Denpasar (Bisnis Bali) – Bank berupaya terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya lewat berbagai kemudahan dalam memperoleh kredit. Dalam mengakses kredit produktif misalnya yang bisa diperuntukkan sebagai sumber modal usaha.

Direktur Operasional Bank BPD Bali IGN Agustana D. Mendala di Sanur, Selasa (8/8) kemarin mengatakan, melalui program strategis nasional, pembinaan, fasilitasi dan kerja sama akses reform bagi masyarakat penerima sertifikat hak tanah oleh Presiden yang bertujuan untuk memberikan keadilan dalam penguasaan, dalam kepemilikan, penggunaan dan dalam pemanfaatan tanah, wilayah dan sumber daya yang ada di dalamnya, diharapkan masyarakat dapat menggunakaan hak tersebut dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang produktif. Harapannya dapat mendorong hadirnya kesejahteraan bagi masyarakat salah satunya dapat digunakan untuk mengakses kredit modal kerja ke bank.

“Itu berarti warga yang memiliki sertifikat tanah dan ingin menjadikannya sebagai agunan di bank, lebih baik untuk kredit produktif dari pada kredit konsumtif,” katanya.

Dengan mengakses kredit modal kerja, sektor UMKM bisa menggunakannya sebagai modal atau investasi untuk membuka suatu usaha. Dari sisi kinerja, Bank BPD Bali mencatat realisasi penyaluran kredit hingga Juni 2017 mencapai Rp 16,1 triliun. Dari realisasi tersebut, share kredit bank yang telah disalurkan kepada usaha produktif yang digunakan untuk modal kerja maupun investasi mencapai 41,05 persen. Penyaluran ini meningkat dari posisi Desember 2016 yang mencapai 40,66 persen. Realisasi kredit produktif hingga Juni 2017 mencapai Rp 6,6 triliun atau lebih tinggi dari posisi Desember 2016 mencapai Rp 6,3 triliun. (dik)