30 UMKM Denpasar Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

105
PELATIHAN - Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena sedang menyematkan tanda peserta pelatihan kewirausahaan UMKM Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kendala klasik yang dijadikan dalih para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah permodalan. Namun sebenarnya kendala tersebut hanyalah alasan, sedangkan kendala yang sesungguhnya adalah pemasaran dan promosi. Pasalnya, sekarang ini hampir semua lembaga keuangan mikro (LKM) menawarkan modal usaha. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si., saat membuka Pelatihan Kewirausahaan bagi UMKM Kota Denpasar di Hotel Grand Mirah Denpasar, Selasa (8/8).

Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 8 sampai 12 Agustus 2017 dan  diikuti 30 peserta dari sektor industri non-pertanian, sektor industri pertanian, sektor perdagangan serta jasa lainnya. ‎

Erwin Suryadarma Sena menegaskan, pelaku UMKM sekarang ini justru terkendala promosi dan pemasaran, juga sebagian masih menemukan persoalan produksi untuk mendapatkan kualitas produk. Sementara modal memang hampir semua UMKM berdalih kurang. Padahal, semua LKM juga menawarkan pinjaman modal usaha. ”Kami sangat yakin modal usaha mudah diakses. Tinggal UMKM mengajukan permohonan ke LKM, maka pihak LKM akan segera menindaklanjutinya. Hanya saja, kami prediksi pelaku UMKM belum bankable. Artinya, belum memiliki pembukuan sederhana, di mana pihak bank sangat membutuhkan pembukuan usaha. Dipergunakan sebagai acuan untuk memberikan besaran pinjaman. Apalagi saat ini ada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sangat membantu permodalan bagi UMKM. Jadi masalah modal usaha tidak ada,” tegas Erwin.

Menurutnya, ‎dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan ekonomi krestif Kota Denpasar maka sektor UMKM menempati posisi strategis. Dalam mempercepat lajunya pertumbuhan ekonmomi dalam meningkatkan tarap hidup masyarakat. Sebagai penopang ekonomi kerakyatan, UMKM diharapkan berperan memperluas penyediaan lapangan kerja, juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Mampu meningkatkan daya saing serta daya tahan ekonomi. Dengan perspektif seperti itu sasaran UMKM meningkatan nilai produk usaha mikro.

”Di samping itu, pendidikan dan pelatihan kewirausahaan ini merupakan salah satu upaya Pemkot Denpasar meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sehingga mampu bersaing di pasar global, di mana salah satu kelemahan UMKM yakni bidang SDM dapat teratasi. Berkenaan dengan pelatihan ini saya menyambut baik dan mengharapkan peserta dapat mengikuti dengan baik. Narasumber dapat memberikan materi dengan baik. Disesuaikan dengan kebutuhan dari usaha mikro dan dapat dengan mudah dicerna peserta,” kata Erwin. (sta)