BUDI daya vanili sebenarnya menjanjikan keuntungan besar bagi para petani. Harga jual yang sangat tinggi, namun di sisi lain petani harus mampu menanggulangi hama yang kerap menyerang tanaman vanili.

Ir. I Ketut Soma, Seksi Pembenihan dan Perlindungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali memaparkan, tanaman vanili yang berasal dari daerah Perneli, Meksiko, dapat tumbuh baik pada daerah tropis dengan ketinggian sekitar 300-800 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan memiliki suhu udara optimal sekitar 20-30 derajat celcius. Tanah yang baik untuk menanam vanili adalah tanah yang gembur, lempung berpasir dan kaya bahan organik dengan pH atau derajat keasaman tanah sekitar 5,5-6,5.

Sebelum memulai menanam vanili, lahan yang akan digunakan untuk menanam dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Selanjutnya gemburkan tanah lahan dengan cara dicangkuli atau dibajak. Kemudian siapkan media berupa kayu sebagai tiang panjatnya. “Untuk menanam buatlah lubang tanam dengan ukuran sekitar 25 x 20 x 12 cm dengan jarak antar lubang sekitar 1,5×1,5 meter,”  tuturnya.

Setelah itu bibit yang berumur sekitar 6-7 bulan dapat dilakukan penanaman. Lepaskan polybag pada bibit tanaman vanili lalu letakkan dalam lubang tanam yang telah disiapkan dan timbun kembali dengan tanah serta padatkan. Waktu penanaman yang baik yaitu pada awal musim penghujan.

Untuk pemeliharaan, lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar tanaman vanili agar nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan vanili terpenuhi. Ini penting dilakukan agar vanili tumbuh dengan sempurna. Kemudian segar sulur tumbuh ideal maka harus lakukan pengaturan sulur. “Sulur yang sudah tua, kering dan terserang hama penyakit dipotong dengan menggunakan pisau setelah vanili berumur 3-4 bulan. Pemotongan ujung sulur ini untuk merangsang pembungaan,” tukasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dari vanili lakukan pemupukan sekali dalam setahun dengan menggunkan pupuk kandang ataupun pupuk lainnya dengan dosis sesuai anjuran. “Karena vanili tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri, harus dilakukan penyerbukan bunga vanili untuk menghasilkan buah vanili. Penyerbukan biasanya dilakukan menggunakan bantuan alat seperti lidi,” tandasnya.

Caranya yaitu dengan mengambil rostellum yang menghalangi putik dan kepala sari, kemudian satukan putik dan kepala sarinya. Biasanya bunga vanili keluar setelah berumur sekitar 1,5-3 tahun.

“Pemanenan buah vanili bisa dilakukan setelah berumur sekitar 7-8 bulan, setelah dilakukan penyerbukan bunga. Pemanenan vanili ini biasanya dilakukan secara berkala selama 1-2 bulan,” tuturnya. Musim panen yaitu pada Mei – Juli. Cara pemanenan yaitu dengan memetik buah yang telah masak dengan menggunakan tangan. Setelah dipetik dilakukan proses pemeraman selama 1-2 hari, kemudian pengeringan dan selanjutnya dapat dikemas dan dipasarkan.

Jumlah produksi vanili per hektar dalam kondisi normal yaitu 2.000 – 2.500 kg vanili basah. Kalau dikeringkan bisa menjadi 1.000 kg, dengan harga jual Rp 6 juta per kilogram. Per hektar petani bisa memperoleh penghasilan Rp 6 miliar sekali panen. (pur)