Mangupura (Bisnis Bali) – Promosi gencar yang dilakukan pihak Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung terkadang mengalami ganjalan di sektor transportasi dan infrastruktur bandara. Tanpa dukungan dua fasilitas ini, target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berpeluang terganjal.

Hal itu dikemukakan Kepala BPPD Badung IGN Ray Suryawijaya, S.E., MBA terkait promosi yang bertajuk India Sales Mission 2017 yang digelar 30 Juli hingga 5 Agustus 2017 yang lalu. “Kedua fasilitas ini sangat berperan dalam meningkatkan angka kunjungan wisman ke Badung,” tegasnya Senin (7/8) kemarin.

Saat memaparkan hasil promosi ke India, Ray Suryawijaya didampingi Kepala Disparda Badung Made Badra. Tampak hadir Kabid Sumber Daya Pariwisata Ekonomi Kreatif Nyoman Suardana dan sejumlah anggota BPPD Badung.

Terkait potensi wisatawan dari India, ujar Suryawiajaya, sangatlah besar. Penduduknya tercatat 1,3 miliar atau nomor dua setelah Cina. Sekitar 20 persen merupakan warga yang berkantong tebal alias kaya. “Warga yang potensial berwisata tercatat 50 juta orang per tahun,” tegasnya.

Potensi lainnya, tegasnya, lama tinggal atau length of stay wisatawan India tercatat 5-7 hari dan daya beli atau spending money mereka tergolong tinggi. Wisatawan India termasuk dalam golongan turis berkualitas.

Selain potensi tersebut, Suryawijaya merasa optimis mampu mendatangkan hingga 500.000 wisatawan India ke Badung atau Bali per tahun. Hal ini karena Badung memiliki semua destinasi yang diinginkan mulai pantai, budaya, kerajinan. Satu lagi adalah wisata spiritual karena kedekatan dari sisi agama.

Dengan promosi ini, dia sangat optimis berani mencanangkan 2,5 juta wisatawan India dalam 5 tahun ke depan dan 70 persennya datang ke Bali. “Kami sangat optimis dari potensi 50 juta wisman India, masak 2,5 juta tak bisa kita bawa ke Indonesia,” ujarnya.

Walau dari segi potensi cukup besar, dia merasa khawatir dari sisi penerbangan dan bandara. Saat ini saja, wisatawan dari India hanya dilayani oleh dua maskapai penerbangan. “Ini berpeluang menjadi ganjalan,” tegasnya.

Karena itu, dia mendesak Pemkab Badung dengan kekayaan yang cukup tinggi, layak untuk mengelola maskapai penerbangan. “Kami berharap Pemkab Badung bisa mengelola maskapai penerbangan. Misalnya Badung Air Paradise atau yang lain,” katanya.

Jika ini bisa dilakukan, upaya promosi gencar yang dilakukan akan gayung bersambut dengan pihak penerbangan. Angka kunjungan ke Badung atau umumnya ke Bali dipastikan bisa tercapai.

Tak hanya penerbangan, ganjalan lain datang dari fasilitas bandara yang ada saat ini. Dengan hanya single run way, jumlah penerbangan ke Bali dipastikan terbatas. Karenanya, fasilitas bandara ini pun wajib diperluas sehingga mampu menambah frekuensi penerbangan ke Bali dalam rangka memenuhi target kunjungan.

Selain ke India, promosi yang sudah dilakukan meliputi ITB Berlin 2017 dan Eropa Sales Mission pada Maret, Cina Sales Mission dan Arabian Travel Market 2017 serta Uni Emirat Arab Sales Mission pada April, Gebyar Wisata Nusantara Jakarta 2017 Mei, Korea Selatan Sales Mission 2017 dan Bali & Beyond Travel Fair 2017 pada Juni, serta Australia-New Zealand Sales Mission dan India Sales Mission pada Juli.

Jadwal selanjutnya, BPPD merencanakan mengikuti Promosi Nusantara pada September, ITB Asia Singapura pada Oktober dan World Travel Market London 2017 pada November. Untuk semua kegiatan promosi pada 2017 ini, Pemkab Badung menggelontor dana hingga Rp 4,5 miliar. (sar)