BUDI DAYA sawo memang menjanjikan keuntungan bagi para petani. Selain dapat mengandalkan menjual buah sawo, petani juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuat bibit sawo. Bibit sawo yang dibuat petani Desa Dawan, Kabupaten Klungkung bahkan dipasarkan hingga ke Pulau Lombok.

Komang Mudita, petani sawo di Desa Dawan Kabupaten Klungkung mengatakan, permintaan bibit sawo banyak datang dari Lombok. Harga jualnya pun cukup tinggi, yaitu hingga Rp 50 ribu per bibit. “Harga bibit sawo lumayan tinggi, tetapi saya jamin bibit tersebut pasti tumbuh,” tukasnya.

Ia mengaku kerap membeli bibit yang baru dipotong dari pohon induk, dari petani lain dan dirawat agar benar-benar siap untuk ditanam. Harga bibit yang baru dipotong itu tidak mahal yaitu hanya Rp 7 ribu.

“Bibit sawo biasanya dibuat dengan cara pencangkokan,” ucapnya. Cabang yang baik untuk dicangkok adalah yang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda. Setelah memilih cabang yang akan dicangkok, buatlah 2 irisan atau keratan melingkar pada cabang yang akan dicangkok, kemudian kupas kulit cabang pada bagian yang dikerat. Setelah itu hilangkan kambiumnya dengan cara dikerik hingga cabang terlihat kering. Diamkan selama 3-5 hari, hingga muncul bintik-bintik, kemudian ambil pembungkus cangkok yang bisa terbuat dari plastik atau sabut kelapa lalu ikat pada bagian bawah keratan cabang. Setelah itu masukkan media tanam berupa tanah dicampur pupuk kompos, dan ikat kembali dengan tali bagian atas keratan cabang serta bagian tengah bungkusan cangkok dan buatlah lubang kecil untuk ventilasi.

Bibit cangkok akan tumbuh akar saat berumur 1,5 hingga 3,5 bulan setelah proses pencangkokan. Bila akar telah tumbuh, potong bibit cangkok tepat di bawah bidang karatan cabang. “Setelah dipotong, bibit tidak bisa langsung ditanam. Kalau langsung ditanam bibit pasti mati,” terangnya. Jadi harus dilakukan pendederan terlebih dahulu. Untuk pendederan sebaiknya menggunakan polybag dengan media tanam bisa dibuat dari campuran tanah dan pupuk kandang. Masukkan media tanam dalam polybag hingga setengah bagian, lalu tanam bibit cangkok dengan membuka pembungkus cangkokan terlebih dahulu. (pur)