Perlambatan Ekonomi Sumbang Lonjakan Kemiskinan di Bali

37
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Adi Nugroho

Denpasar (Bisnis Bali) – Maret 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat terjadi lonjakan penduduk miskin di Pulau Dewata, yakni dari 4,15 persen pada September 2016 naik menjadi 4,25 persen pada Maret 2017. Salah satu pendorong lonjakan disumbang oleh ekonomi Bali pada triwulan I 2017 yang mengalami perlambatan dibandingkan sebelumnya.

“Meski mengalami lonjakan, angka kemiskinan di Provinsi Bali sebenarnya telah mencapai level yang cukup rendah, yakni di kisaran 4,15 persen sampai 4,25 persen selama kurun waktu dua tahun terakhir,” tutur Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Senin (17/7) kemarin.

Ia menerangkan, Maret 2017 jumlah penduduk miskin di Bali mencapai 180,13 ribu orang (4,25 persen). Berdasarkan daerah tempat tinggal pada periode September 2016-Maret 2017, baik penduduk di daerah perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami peningkatan. Imbuhnya, sejumlah faktor terkait kenaikan penduduk miskin ini di Bali disumbang oleh perlambatan ekonomi. Itu terlihat pada triwulan I 2017 perekonomian Bali mengalami perlambatan dibandingkan triwulan III 2016. Saat itu pertumbuhan ekonomi tercatat 4,34 persen melambat dibandingkan dengan keadaan triwulan III 2016 yang mencapai 6,23 persen.

Selain itu, lonjakan kemiskinan juga disumbang oleh distribusi pengeluaran penduduk Bali yang semakin melebar dari September 2016  ke Maret 2017. Jelas Adi, September 2016 tercatat penduduk 40 persen terbawah menikmati 17,58 persen dari total pendapatan di Bali, sedangkan kelompok 20 persen teratas menikmati jauh lebih besar, yakni 40,53 persen. Pada Maret 2017, kue pembangunan yang dinikmati oleh 20 persen penduduk teratas makin besar, yaitu mencapai 45,03 persen, sedangkan kue pembangunan yang dinikmati oleh kelompok 40 persen terbawah makin berkurang, yaitu hanya 16,94 persen.

“Terkait itu pula terjadi ketimpangan pendapatan yang makin melebar dari September 2016 ke Maret 2017. Pada September 2016 gini ratio Bali mencapai 0,374 dan pada Maret 2017 naik menjadi 0,382,” ujarnya. (man)

BAGIKAN