Perlambatan Ekonomi, BPR Wajib Berbenah

26
BPR – Layanan transaksi di salah satu BPR yang ada di Bali. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Perlambatan ekonomi yang terjadi pada 2017, berdampak terhadap semua sektor usaha. Oleh karena itu, bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali wajib melakukan pembenahan dan penguatan ke dalam.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit, Senin (17/7) mengatakan, dalam kondisi perlambatan ekonomi berdampak ke semua sektor termasuk sektor jasa. Akibat perlambatan ekonomi, BPR dihadapkan pada pertumbuhan kredit bermasalah (NPL) akibat kualitas kredit sedikit memburuk.

Ia menjelaskan, kondisi perlambatan ini akan menjadi tantangan BPR untuk melakukan pembenahan ke dalam. Iklim usaha selalu dikaitkan dengan perlambatan ekonomi.

Komisaris BPR Nusamba ini memaparkan, pertumbuhan ekonomi saat ini berkisar 5,01 persen. BPR harus memiliki optimisme menghadapi perlambatan ekonomi. Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi diharapkan 5,1 – 5,2 persen.

Lebih lanjut dikatakannya, meski terjadi perlambatan ekonomi, pertumbuhan BPR diharapkan sekurang-kurangnya 2 digit. Idealnya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), aset, pertumbuhan kredit BPR 2017 di atas 15 persen. (kup)

BAGIKAN