Bupati Giri Prasta Apresiasi Sinergi Eksekutif dan Legislatif Tetap Komitmen Tingkatkan PAD dan Wujudkan Transparansi

21
PENETAPAN - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyaksikan penandatanganan penetapan sembilan ranperda dan empat dokumen penganggaran daerah Kabupaten Badung pada rapat paripurna DPRD Badung, Senin (17/7) kemarin di Ruang Utama Gosana Kantor DPRD Badung.

Mangupura (Bisnis Bali) – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengapresiasi sinergi pihak eksekutif dan legislatif  dalam proses pembahasan hingga penetapan sembilan rancangan peraturan daerah (ranperda) dan empat dokumen penganggaran daerah Kabupaten Badung pada rapat paripurna DPRD Badung, Senin (17/7) kemarin di Ruang Utama Gosana, Gedung DPRD, Puspem Badung.

Adapun rapat paripurna dipimpinan Ketua DPRD Badung Putu Parwata, didampingi Wakil Ketua I, I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II, I Made Sunarta. Hadir pula Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekkab I Wayan Adi Arnawa, beserta perangkat daerah dan anggota Dewan.

Rancangan APBD Perubahan 2017 Pendapatan Daerah ditetapkan Rp 5.096.064.815.541,24, sedangkan belanja daerah  6.172.197.577.820,73 dan pembiayaan netto sebesar Rp 1.076.132.762.279,49. Dari APBD induk tahun 2017, pendapatan daerah meningkat Rp 435.243.319.564,41, belanja daerah meningkat Rp 720.854.255.848,50, dan pembiayaan netto meningkat Rp 285.610.936.284,09.

Bupati Giri Prasta usai rapat mengungkapkan, pihaknya merasa senang karena pihak eksekutif dan legislatif  telah melaksanakan tugas konstitusi dengan baik. “Kami merasa senang karena eksekutif dan legislatif di Kabupaten Badung ini telah melaksanakan tugas konstitusi dengan baik. Penetapan sembilan rancangan peraturan daerah dan empat dokumen penganggaran daerah ini tepat waktu. Sudah barang tentu dari sembilan ini kami menunggu evaluasi dari Gubernur Bali dan itu juga masih ada waktu maksimal 15 hari,” ungkapnya.

Disampaikannya, pihaknya telah merancang format program yang betul-betul pro rakyat, mulai dari hulu, tengah, dan hilir, semuanya tertata dan terarah.  “Inilah format yang kami banggakan, bahwa betul-betul program ini adalah pro rakyat. Hulu, tengah, dan hilirnya jelas. Dari sinilah kita sudah memiliki program dan kegiatan yang betul-betul terukur dan terarah. Bukan dalam sisi program kegiatan saja, karena bagaimana eksekutif dan legislatif ini harus berupaya maksimal untuk peningkatan pendapatan daerah. Ini yang  paling penting,” paparnya.

Bupati asal Pelaga ini menyatakan dari waktu ke waktu, pihaknya terus bergerak untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, dengan peningkatan PAD, berbagai program akan bisa terlaksana secara cepat. “Kami tidak diam. Setiap hari, pagi, siang dan, sore kami memikirkan hal itu dan kami bergerak untuk meningkatkan PAD. Ketika kami mampu meningkatkan PAD, artinya makin banyak dan cepat program untuk masyarakat Badung sejahtera yang nantinya akan bahagia ini terwujud sesuai dengan target,” tegasnya.

Di samping itu, guna mewujudkan transparansi, pihaknya tengah mengonsep tentang e-planning dan e-musrenbang untuk mewujudkan accrual basis. “Kami sudah perintahkan secara langsung kepada Bappeda dan Kominfo agar betul-betul di-publish dan siapa pun boleh mengakses produk Bupati Badungdan DPRDnya. Kami harus terbuka dan transparan,” tandasnya. (ad 1.320)

BAGIKAN