Budi Daya Jeruk Lemon Komoditas yang Menjanjikan  

41

PERMINTAAN jeruk lemon yang selama ini hanya dari hotel dan restoran, saat ini mulai meningkat. Hal ini karena masyarakat lokal mulai mengetahui manfaatnya komoditi perkebunan ini bagi kesehatan sehingga permintaan terus meningkat.

Jeruk lemon selama ini diimpor karena belum ada petani yang membudidayakannya. Namun saat ini melihat peluang yang begitu besar, petani di kawasan Plaga mulai membudidayakan lemon meski masih dalam skala kecil.

I Ketut Sueta, petani jeruk asal Banjar Lawak, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang menuturkan baru mulai membudidayakan jeruk lemon. “Saya dapat masukan dari bule-bule katanya manfaatnya lemon sangat bagus dan harganya di pasaran sangat tinggi bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram,” tuturnya.

Ia mengaku tidak mengalami kesulitan karena proses budi daya sama dengan budi daya jeruk berastagi yang selama ini ia kembangkan.

Memulai budi daya yang pertama harus dilakukan adalah pengolahan tanah, kemudian membuat lubang tanam dengan kedalaman 50 cm lebar 50 cm, dan jarak tanam 2,5 meter. “Sebelum ditanam beri pupuk kandang pada lubang dan diamkan beberapa hari, baru bibit dapat ditanam,” ucapnya.

Untuk pemeliharaan perlu dilakukan pemupukan 3 kali setahun untuk tanaman yang masih kecil. Kalau tanaman sudah besar lakukan pemupukan 2 kali setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan, dengan gunakan pupuk kandang.  (pur)

BAGIKAN