Penuhi Produksi Padi Empat Varietas Baru mulai Dilakukan Penangkaran

41
Lokasi penangkaran empat varietas padi di Desa Anturan Buleleng.    (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Cuaca menjadi salah satu faktor penentu hasil produksi pertanian. Seringkali petani mengeluh tatkala cuaca tidak menentu membuat beberapa hasil komoditi pertanian mengalami penurunan  bahkan terancam gagal panen. Seperti petani pangan untuk komoditi padi.

Yang paling berpengaruh manakala cuaca buruk adalah kualitas benih padi. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan padi dari gagal panen dan makin menurunnya produksi padi, Kelompok penangkar benih padi Sari Gopala, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali melakukan Penangkaran Padi. Lokasi penangkaran berbagai komoditi padi berada di Desa Anturan Kecamatan Buleleng.

Menurut Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Putu Naya, ketika di konfirmasi beberapa waktu lalu menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun ada empat varietas benih padi diseminasi untuk memenuhi produksi benih sumber padi (UPBS) yakni, Inpari 14 Pakuan, Inpari 20, Ciherang, dan Tuwoti, ke empat jenis padi tersebut dilakukan penangkaran, yakni program ini dibiayai dari dana Kementerian Pertanian dilakukan di lahan seluas 0,2 hektar di tanah milik Putu Wijaya di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng.

Dikatakan, masing-masing varietas memiliki keunggulan dan kekurangan. Namun meski demikian tujuan penangkaran benih dengan berbagai varietas ini adalah untuk memperbanyak benih unggul berlabel putih menjadi label ungu agar bisa ditanam oleh petani.

 “Hasil dari penangkaran juga sangat bergantung dari topografi wilayah, sehingga varietas yang ditanam pada dataran tinggi belum tentu hasilnya sama dengan varietas yang ditanam di dataran rendah,” ungkapnya.  (ira)

BAGIKAN