Meriahkan Festival Budaya Pertanian Badung Gelar Fun Run 3K, Diikuti 1.000 Lebih Peserta

22
ist FUN RUN - Serangkaian dengan Festival Budaya Pertanian tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Fun Run 3K (Lari Gembira 3 kilometer), Minggu (16/7) kemarin.

Mangupura (Bisnis Bali) – Serangkaian dengan Festival Budaya Pertanian tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Fun Run 3K (lari gembira 3 kilometer) yang mengambil start di area parkir Pura Pucak Mangu dan finis di Jembatan Tukad Bangkung, Minggu (16/7) kemarin. Peserta fun run dilepas Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Gst. Agung Ketut Sudaratmaja dan dihadiri pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Pada kesempatan tersebut I Gst. Agung Ketut Sudaratmaja menyampaikan, kegiatan fun run 3K yang berkaitan dengan Festival Budaya Pertanian, mengajak masyarakat untuk ikut hadir dan terlibat dakam kegiatan itu. Peserta fun run ini dari OPD di Kabupaten Badung, dan secara khusus dimintakan 2 kecamatan yaitu Kecamatan Abiansemal dan Petang. Untuk Kecamatan Petang juga melibatkan kehadiran pecalang, hansip, siswa, karang taruna bahkan para kelian subak dilibatkan termasuk seluruh aparat desa untuk dapat mengikuti lari gembira. “Para peserta sangat antusias mengikuti lari gembira ini dengan jumlah lebih dari 1.000 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut Sudaratmaja mengharapkan, ke depannya kegiatan ini dapat dikemas menjadi satu bentuk promosi pariwisata, dengan tujuan tetap memperkenalkan objek wisata Badung Utara dikaitkan dengan Festival Budaya Pertanian. Dengan demikian secara tidak langsung para wisatawan akan berkunjung ke arena festival dan bisa melihat sekaligus berinteraksi yang secara langsung akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat.

Sudaratmaja menambahkan, setelah satu hari pelaksanaan festival terlihat luar biasa antusias masyarakat dan ini rupanya akan menjadi ikon Badung Utara dan festival ini akan selalu menjadi even yang ditunggu-tunggu masyarakat. “Untuk ke depannya festival ini akan dijadikan milik masyarakat karena pada awalnya pemerintah yang mendorong dan memfasilitasi dan untuk ke depannya diharapkan masyarakat yang bergerak dan tanda-tanda tersebut sudah mulai terlihat serta kita menginginkan masyarakat yang lebih banyak berpartisipasi baik teknis, pentas budaya, kegiatan ekonomi, membuka stan,”  katanya. (sar)

BAGIKAN