Magister Ilmu Hukum Unwar Konsentrasi  Hukum Agraria dan Investasi

31

Denpasar ( Bisnis Bali) – Magister Ilmu Hukum Universitas Warmadewa (MIH Unwar) memiliki konsentrasi ilmu hukum agraria dan investasi dengan perspektif bidang hukum secara luas. Hal tersebutlah yang membuat MIH Unwar menjadi prodi hukum yang unggul dan menghasilkan lulusan yang berkompeten, berintegritas, profesional dan mampu bersaing secara global tahun 2034.

Ketua Prodi MIH Unwar, Dr. Simon Nahak, S.H., MH mengatakan, MIH Unwar yang didirikan 21 Desember 2011 memiliki misi menyelenggarakan pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM yang mempunyai kemampuan akademik dan profesional berlandaskan etika akademik sesuai karakter bangsa yang berwawasan lingkungan. MIH Unwar juga  mengembangkan penelitian yang berkualitas dengan mengikuti perkembangan sesuai dengan tuntutan profesi khususnya dalam bidang hukum agraria dan hukum investasi.

“MIH Unwar juga menyelenggarakan dan mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas sesuai dengan cita-cita kehidupan kampus yang mampu berkoeksistensi dengan perkembangan kebutuhan dan kearifan hukum masyarakat lokal,” terangnya.

Jadi MIH Unwar dengan konsentrasi hukum agraria (pertanahan) dan hukum investasi, berbeda dengan konsentrasi magister hukum di tempat lain. “Kalau kami justru multi disiplin ilmu karena pertanahan dan investasi mencakup beberapa disiplin ilmu hukum. Bisa dilihat dari sisi pidananya bagaimana bisa memberikan keamanan kepada investor yang berinfestasi di Bali dan bagaimana aturan main berinfestasi di Bali,” tukasnya.

Ia mencontohkan regulasi tentang pembebasan tanah, harus dikuasai betul oleh mahasiswa, sehingga kalau mahasiswa ini sudah tamat, ilmu hukum ini benar-benar bisa memberikan masukan dan bisa menggunakan ilmunya di masyarakat. Jadi itu adalah keunggulan dari MIH Unwar.

Perkuliahan dilaksanakan tiap Kamis, Jumat dan Sabtu sedangkan waktu menyesuaikan kesepakatan dengan mahasiswa. Karena sebagian besar mahasiswa sudah bekerja, sehingga diberikan kesempatan kepada mereka untuk menentukan waktu perkuliahan agar tidak berbenturan dengan jam kerja.  (pur)

BAGIKAN