Inovasi Lampu Hias Berbahan Limbah, Dongkrak Pasar Kerajinan Kerang

34

Denpasar (Bisnis Bali) – Kerajinan berbahan kerang terutama yang dituangkan dalam lampu hias selama ini, belum begitu mampu menarik minat wisatawan. Namun melalui inovasi dengan mengunakan limbah kerang serta dipadukan dengan berbagai motif khas Bali, membuat pasar lampu hias ini menjadi daya tarik wisatawan.

Salah seorang perajin kerang, I Made Kanan Jaya, yang juga sebagai Ketua Kelompok Perajin King Saguna Jaya di Serangan, Minggu (16/7) mengatakan, saat ini permintaan lampu hias dengan berbahan kerang limbah ini bisa mencapai 150 buah per bulannya.

Dibandingkan dengan lampu hias sebelumnya dengan motif yang standar dan hanya satu pilihan warna, penjualannya sangat jauh, yang hanya bisa 2 buah per bulannya. “Hal ini karena inovasi dan edukasi kepada wisatawan terkait pemanfaatan limbah yang kami lakukan,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, wisatawan biasanya enggan untuk membeli kerajinan dengan berbahan kerang, karena diketahui kerang adalah benda alam yang dilindungi. “Namun setelah kami paparkan ada berbagai jenis kerang, dan kerajinan yang kami buat menggunakan limbah kerang, membuat antusias wisatawan lebih tinggi dari sebelumnya,” katanya.

Selain menyediakan produk yang sudah jadi, pihaknya juga menerima pesanan. Pesanan yang kerap diterima biasanya untuk penambahan nama atau kata-kata menggunakan kerang tersebut.

“Tidak hanya  untuk tulisan nama, pesanan lainnya juga kerap diminta konsumen seperti  desain ataupun bentuk sesuai keinginan. Produk yang dipesan konsumen ini biasanya kami selesaikan dalam waktu dua sampai 3 hari, tergantung tingkat kesulitannya,” tuturnya. (wid)

BAGIKAN