Bertema ”Angajap Lango”, FBP 2017 Resmi Dibuka Giri Prasta: FBP akan Mampu Hasilkan Enterpeneur Muda

28
ist PANAH - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta melepaskan anak panah sebagai tanda dibukanya Festival Budaya Pertanian ke-6 di areal Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Petang, Badung, Sabtu (15/7).

Mangupura (Bisnis Bali) – Ribuan masyarakat dan para undangan tampak memadati area pembukaan Festival Budaya Pertanian (FBP) ke-6 di areal Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Petang, Badung, Sabtu (15/7) lalu. Acara ini secara langsung dibuka Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dengan melepaskan anak panah yang diiringi inagurasi dari Sanggar Seni Guntur Madu dan kemudian disambut dengan tepuk tangan para undangan dan masyarakat yang menyaksikannya.

Hadir pula Wabup Ketut Suiasa, Sekkab Badung Wayan Adi Arnawa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, anggota Komisi X DPR RI Dr. Ir. I Wayan Koster, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, kepala perangkat daerah dan para undangan lainnya.

“Tahun ini, FBP sudah digelar untuk ke-6 kalinya. Kami harapkan dengan digelarnya FBP ini akan mampu menghasilkan enterpeneur muda yang lebih banyak lagi, sehingga pertanian di Badung Utara ini makin berkembang kedepannya,” kata Giri Prasta.

Bupati asal Pelaga, Petang, ini pun menjelaskan, dikhususkan untuk Badung Selatan sudah digelar Festival Budaya Bahari untuk membangkitkan dan mengembangkan pada bidang bahari, kemudian untuk Badung Tengah digelar Festival Budaya dan Seni untuk mengembangkan budaya dan seni yang ada di Badung, sementara untuk Badung Utara digelar Festival Budaya Pertanian untuk membangkitkan dan mengembangkan Badung pada bidang pertaniannya, termasuk menghasilkan enterpeneur muda yang lebih banyak.

“Harapan kami, setelah pelaksanaan festival pertanian ini ada evaluasi dan ada hasil nyata dari bidang pertanian,” harapnya.

Giri Prasta juga menyampaikan, untuk mendukung dan menjadikan masyarakat Badung bangga menjadi petani sudah melakukan beberapa terobosan. Seperti membebaskan lahan pertanian dari PBB (pajak bumi dan bangunan) termasuk memberikan asuransi kepada petani untuk yang mengalami gagal panen.

“Selain pajak, kami juga membantu sistem pertanian mulai dari pembibitan, pemupukan, hingga pendistribusian hasil pertanian itu sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, IGAK Sudaratmaja juga menyampaikan, festival kali ini mengambil tema angajap lango atau mendambakan seni.

Dia menjelaskan, pengambilan tema ini sesuai dengan Kabupaten Badung bertumpu pada sektor pariwisata, sehingga seni dan budaya harus tetap dipertahnkan karena seni budaya sebagai modal dasar pembangunan. Kesenian dan pertanian nanti kita kolaborasikan di FBP tahun ini.

Menurut Sudaratmaja, usia 6 tahun untuk event besar dalam rangka promosi dan pemberdayaan ekonomi  Badung Utara dapat dikatakan relatif masih muda. Hal ini karena kondisi sosial ekonomi masyarakat Badung Utara sangat berbeda dengan Badung Tengah apalagi Badung Selatan.

Dia menyebutkan, agenda FBP ke-6 tahun 2017 ini mencakup beberapa kegiatan seperti pawai budaya pertanian, pameran produk pertanian, lomba kuliner, lomba teknik dan materi penyuluhan pertanian, mengukir buah, menganyam topi kelangsah, merangkai bunga, membuat gebogan, lomba menggambar, lari gembira 3K (run fun 3 K), lomba hidroponik mini, pentas seni, lomba ogoh-ogoh, pasar rakyat dan sebagainya. (ad 1.314)

BAGIKAN