Bali Deflasi bukan Bonus, Gejala Stagnasi Ekonomi?  

25
Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Fiskal dan Moneter, IB Kade Perdana, M.M.

Denpasar (Bisnis Bali) – Berdasarkan data Bali dilanda deflasi pada Juni 2017. Deflasi dipastikan bukanlah bentuk bonus perekonomian.

Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Fiskal dan Moneter, IB Kade Perdana, M.M. di Sanur, Minggu (16/7) kemarin mengatakan, deflasi adalah turunnya harga-harga secara umum, bisa pula naiknya nilai mata uang.

“Pada Juni Bali dilanda deflasi. Ini mengindikasikan kemungkinan terjadinya surplus APBD Bali,” katanya.

Menurutnya, indikasi lainnya bisa jadi ada kelambatan pencairan untuk merealisasikan pembayaran proyek-proyek dan dananya masih tersimpan di bank. Pihak bank juga tidak mampu menyalurkan pinjaman ke dalam masyarakat. Itu berdampak makin berkurangnya uang beredar di masyarakat dan menekan kebutuhan likuiditas perekonomian. Di samping sebagian masyarakat belum mau membelanjakan uangnya pada Juni.

“Uang kemungkinan disimpan untuk keperluan berjaga-jaga bayar uang dan perlengkapan sekolah pada Juli ini,” terangnya.

Itu bisa terjadi karena ada yang menganggap saat ini cenderung lebih menguntungkan menyimpan uang daripada dibelanjakan atau diinvestasikan. Secara tidak langsung ini membuat jumlah uang yang beredar di masyarakat berkurang atau menurun jauh lebih rendah dari yang dibutuhkan likuiditas perekonomian.

Selain itu, akan berpengaruh tidak kondusif terhadap harga harga barang secara umum menjadi jatuh atau turun dan nilai uang naik. Membuat produsen tidak mau memproduksi barangnya lagi khawatir menjadi rugi dan berdampak tidak mampu membayar gaji pegawai. Membuat daya beli masyarakat menjadi makin rendah.

“Dampaknya akan bisa membuat perekonomian menjadi menurun dan tidak bergerak atau akan terjadi stagnasi ekonomi Bali dampak dari deflasi tersebut,” jelasnya.

Bisa membuat pertumbuhan ekonomi Bali menjadi terganggu dan melambat. Menurutnya, jadi deflasi yang diraihnya tersebut bukanlah merupakan bonus melainkan sinyal negatif bagi perekonomian Bali. Kendatipun bila deflasi itu dikompensasikan dengan inflasi membuat inflasi Bali tahun ini menjadi rendah.

“Maka inflasi yang rendah akibat diselingi dengan deflasi menjadikan inflasi tidak murni. Dampaknya menjadi kurang/tidak kondusif terhadap perekonomian,” ucapnya. (dik)

BAGIKAN