Pemanfaatan Dana Pendidikan Koperasi Melenceng

16

Denpasar (Bisnis Bali) – Jumlah koperasi di Bali sekitar 5.000-an. Diprediksi hanya 10 persen yang dikelola secara profesional. Selebihnya dapat berkembang namun masih  lambat. Bahkan, di antaranya hanya dapat jalan di tempat dan bangkrut.

”Hal ini penyebab utama akibat sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi masih rendah. Padahal, masing-masing koperasi sudah menyisihkan sebagian dari sisa hasil usaha (SHU) untuk pos dana pendidikan. Dana pendidikan wajib digunakan untuk meningkatkan SDM koperasi. Baik pengurus, pengawas, pengelola maupun anggota koperasi,” ungkap pemerhati koperasi, Dr. I Putu Astawa, M.M., Jumat (14/7).

Ia menegaskan, dilihat dari perkembangan koperasi di Bali belakangan ini cukup menggembirakan. Perkembangan dan pencitraan sudah mulai bagus, apalagi juga beberapa koperasi di Bali mampu menunjukkan kinerja yang sangat baik. Buktinya, ada beberapa yang sudah mendapatkan berbagai penghargaan baik tingkat kabupaten, kota, provinsi maupun tingkat nasional. ”Seperti beberapa hari lalu, ada dua koperasi di Bali yang mendapat penghargaan berprestasi tingkat nasional. Dan beberapa tahun sebelumnya, saya dapat info selalu mendapat penghargaan sama pada lima koperasi. Dengan prestasi seperti itu, artinya koperasi di Bali sudah mampu menunjukkan eksistensi predikat baik kepada masyarakat,” kata Astawa.

Menurut dosen di salah satu perguruan tinggi ini, penyebab lambatnya perkembangan koperasi di Bali akibat rendahnya SDM pengelola. Hal ini dapat dilihat ada beberapa koperasi yang pengelolanya sudah memiliki sertifikat kompeten. Koperasinya sangat berkembang. Oleh karena itu, semestinya koperasi yang lainnya berani mengikuti langkah-langkah yang dilakukan pengelola koperasi profesional, sehingga perkembangan koperasinya lebih cepat.

”Saya juga amati, selama ini kebanyakan koperasi di Bali belum berani memanfaatkan dana pendidikan masing-masing dengan tepat. Bahkan, dana pendidikan diplot ke bidang lainnya. Misalkan, dikelola untuk penambahan modal dan ada pula dipakai kegiatan lainnya seperti tirtayatra,” ujarnya. (sta)

BAGIKAN