Dinkes Bali  Larang Penggunaan Minyak Jelantah pada Produk ’’Fast Food’’

21

Denpasar (Bisnis Bali)- Menjamurnya warung fast food di lingkungan masyarakat saat ini, sangat perlu perhatian dari segi kesehatan makanan untuk dikonsumsi. Penggunaan minyak jelantah terutamanya yang perlu dihindari oleh pengusaha, agar makanan yang disajikan di warung makannya tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr. I Made Adi Wiguna, M.Kes, saat ditemui, baru- baru ini mengatakan, penggunaan minyak jelantah, pada makanan yang di goreng secara berulang-ulang dapat memicu penyakit kanker, jika dikonsumsi terlalu sering. Dengan demikian dia mengimbau, agar pengusaha memperhatikan penggunaan minyak pada produksi makanan.

Demikian juga dia mengimbau kepada masyarakat, agar mengurangi konsumsi makanan cepat saji atau fast food. Hal ini dikarenakan selain kadar lemak yang tinggi, karena jenis makanan ini digoreng, kadar garam pada makanan ini juga tinggi yang bisa memicu penyakit hipertensi, jantung hingga stroke. “Meskipun tidak digoreng dengan minyak jelantah, namun kami sarankan kepada masyarakat agar tidak keseringan mengonsumsi makanan cepat saji, dan lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah,” tambahnya.  (wid)

BAGIKAN