Ayu Saraswati Ubah Masalah Jadi Tantangan dalam Membangun Usaha

30

MENJADI seorang pengusaha bukanlah menjadi cita-citanya.   Usai menyelesaikan studinya di luar negeri, ia memilih untuk bekerja. Pernah bekerja di HSBC (Hong Shanghai Banking Corporation), Newland Migration dan di Arthur Andersen. Namun setelah berkeluarga dan punya anak, nampaknya menjadi interpreneur membayangi pikirannya.  Tujuannya agar  bisa lebih fleksibel. Kerepotannya mengasuh keluarga terutama anak, dibenaknya terbersit menjadi pengusaha nampaknya lebih tepat, karena bisa mengatur waktu.  Akhirnya, beberapa perusahaan mulai dirintisnya, tepatnya tahun 2008 tahun silam.  Awalnya punya karyawan 8 orang dan sekarang sudah berkembang menjadi lk. 200 orang.

Dia adalah,  Ayu Sayaswasti. CEO tiga perusahaan masing-masing Toya Devasya Natural Hot Spring (ada hot spring, restoran, spa dan adventure), The Ayu Kintamani Villa dan Toya Yatra Tour and Travel menjalani usahanya seperti air mengalir. Bukan berarti dalam perjalanan bisnisnya tidak ada masalah.  ‘’Masalah jelas ada. Bahkan diawal usahanya sempat kaget, karena semula hanya mengurus satu bidang, berubah mengurus semua bidang. Mulai keuangan, marketing, sumber daya manusia dan lain-lain semuanya harus dibawah pengawasannya,’’ ujarnya saat ditemui di kantornya. Namun, dimata ibu dua anak ini, masalah bukanlah menjadi kendala untuk memajukan usahanya. ‘’Justru masalah tersebut saya ubah menjadi tantangan yang harus saya carikan solusinya. Astungkara, berkat dukungan suami dan keluarga tahap demi tahap usahanya bisa berjalan seperti sekarang ini.

Bukan hanya itu, ikut organisasi seperti HIPMI juga banyak membantu. Betapa tidak, bergaul dengan sesama pengusaha dengan pengalaman mereka masing-masing bisa di sharing.  ‘’Sebelumnya sepertinya sulit mengatasi suatu persoalan, tapi setelah ngobrol dengan mereka (sesama pengusaha –Red) bisa ditemukan jalan keluarnya,’’ tuturnya. (sri)

BAGIKAN