Perlu Diwaspadai, Musim Penghujan Dorong Inflasi

113

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mewaspadai musim penghujan yang belakangan ini terjadi rentan mendorong inflasi.

“Berdasarkan pengamatan kami selama ini, cuaca hujan utamanya akan mempengaruhi produktivitas komoditas hortikultura seperti bumbu-bumbuan,” kata Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana di Sanur, Rabu (12/7) kemarin.

Menurutnya, beberapa komoditas holtikultura seperti cabai rawit merah, bawang merah dan bawang putih, selama ini  tercatat sebagai penyumbang inflasi di Bali.

“Dengan demikian, dapat dikatakan secara garis besar cuaca hujan yang relatif berlebihan dapat mendorong inflasi,” ujarnya.

Kendati demikian ia berharap inflasi tidak sampai tinggi. Sebab, setelah mengalami inflasi pada bulan sebelumnya, Bali tercatat mengalami deflasi sebesar (-0,12) persen (mtm) secara bulanan, atau tercatat sebesar 4,03 persen (yoy) secara tahunan, dan secara kumulatif tercatat 1,82 persen (ytd). Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 0,69 persen (mtm) secara bulanan, atau 4,37 persen (yoy) secara tahunan, dan secara kumulatif tercatat 2,38 persen (ytd).

Terjaganya inflasi Bali terutama disumbang deflasi yang terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan, di kedua kota sampel inflasi Bali setelah periode sebelumnya mengalami inflasi.

“Peningkatan permintaan bahan pangan pada periode Ramadan dan Idul Fitri pada Juni 2017, terbukti mampu diredam dengan terjaganya pasokan dan kelancaran distribusi yang didukung upaya TPID se-Provinsi Bali yang responsif dan antisipatif,” jelasnya.

Tidak hanya itu inflasi yang terjadi pada kelompok transportasi mampu diredam, dengan upaya antisipasi yang dilakukan dan kesiapan seluruh moda transportasi dalam menghadapi lonjakan musiman periode idul Fitri.

“Uniknya, jika pada momen Lebaran sebelumnya lonjakan inflasi disumbang oleh komoditas bahan pokok makanan, seperti cabai rawit dan daging ayam ras. Momen Lebaran kali ini, malah kedua komoditas tersebut menyumbangkan deflasi atau berada pada harga yang normal,” katanya yang juga Wakil Ketua TPID Provinsi Bali tersebut. (dik)

BAGIKAN