Perlambatan Ekonomi, Tantangan BPR untuk Berkembang

38
BPR - Di tengah perlambatan ekonomi, BPR harus meningkatkan aktivitas layanan keuangan kepada masyarakat dan sektor UMKM. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Perlambatan ekonomi 2017 ini, akan berdampak terhadap aktivitas lembaga jasa keuangan (LJK) termasuk perbankan. Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali, AA Ngurah Sudiptha Panji, Rabu (12/7) mengatakan, perlambatan ekonomi 2017 ini diharapkan menjadi tantangan bagi bank perkreditan rakyat (BPR) untuk tetap tumbuh dan berkembang.

Ia mengungkapkan, kondisi perlambatan ekonomi yang masih dirasakan 2017 bukan menjadi alasan bagi BPR untuk menurunkan aktivitas. Perlambatan ini harus menjadi tantangan bagi BPR. “Dalam tantangan, tentunya ada harapan bagi perbankan untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.

Menurut AA Ngurah Sudiptha Panji, perlambatan ekonomi 2017 jangan dijadikan batu sandungan bagi BPR. Hal ini bukan berarti peluang BPR meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit akan berhenti. Sebaliknya, dalam kondisi melambat BPR wajib meningkatkan kinerja.

Direktur Utama PT BPR Sari Wira Tama ini memaparkan, di tengah perlambatan ekonomi, BPR harus melakukan pembenahan internal. Perlu dilakukan efisiensi pemanfaatan anggaran. Di sisi lain, perlu dilakukan evaluasi kinerja berkualitas, sehingga mengarah pada pertumbuhan usaha.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mendorong pertumbuhan dan pencapaian target aset, BPR tentunya wajib memperkuat modal dan diikuti dengan penguatan sumber daya manusia (SDM), sehingga pengelolaan keuangan perbankan bisa mencapai target yang diharapkan.

Menurutnya, dengan penguatan modal dan SDM akan memudahkan BPR untuk menghadapi tantangan perlambatan ekonomi. Ibarat berperang modal dan SDM andal akan menjadi senjata bagi BPR untuk berperang. “Jangan berperang tanpa senjata, ini akan menjadi mati konyol,” katanya. (kup)

BAGIKAN