Dupa Tanpa ’’Stick’’ Jadi Pilihan Praktisi Yoga

27

DUPA saat ini tidak hanya digunakan sebagai sarana upacara, namun sudah berkembang menjadi aroma terapi dan juga sarana untuk menenangkan dan memusatkan pikiran bagi para praktisi yoga. Hal tersebut mengakibatkan bisnis dupa di Bali terus mengalami perkembangan bahkan, bisa menjadi bisnis bernilai miliaran bahkan triliunan rupiah, bila dijalankan dengan serius.

Para praktisi yoga lebih memilih dupa yang tahan menyala lebih lama, dengan aroma yang menenangkan. Menurut Kadek Widiantari, pedagang dupa, permintaan dupa dari praktisi yoga terus meningkat.  Kebanyakan dari mereka juga memilih dupa yang tidak menggunakan stick. “Dupa tanpa stik lebih banyak dicari oleh para praktisi yoga, selama ini kebanyakan orang pemproduksi dupa berbentuk segitiga, tapi pabrik dupa Du Bali mencoba menawarkan dupa tanpa stick bentuk lain yaitu, sama seperti dupa dengan stick yaitu memanjang, namun sebenarnya tidak menggunakan stick. Selain itu dupa Asbalia ini juga dijual dengan paket berupa tempat menancapkan dupa dengan bentuk yoni, sehingga saat dupa ditancapkan terlihat seperti lingga yoni,” tuturnya.

‪Dupa Asbalia ini per paket beserta tempat menancapkan dupa dibandrol Rp 60 ribu. Harga yang cukup terjangkau, sehingga peminat dupa ini cukup tinggi, dan dari hari ke hari permintaan semakin meningkat. “Bentuk tempat dupa yang seperti lingga yoni ini membuat konsumen menjadi lebih tertarik untuk membelinya. Karena bagi umat Hindu khususnya, lingga yoni tersebut sangat disakralkan,” tukasnya. Bagi konsumen yang telah memiliki tempat menancapkan dupa yoni tersebut juga dapat membeli isi ulang dupa saja, sehingga harganya lebih terjangkau. Untuk memperoleh dupa ini juga sangat mudah, karena dijual di pasar-pasar dan banyak pedagang dupa eceran yang menjualnya, selain itu juga bisa dengan mudah didapatkan di media online.

‪Ditambahkan, selain asbalia dupa yang banyak dicari adalah dupa kiloan yang digunakan untuk ‘mebanten‘ sehari-hari. Dupa ini aromanya tidak terlalu keras, namun dari segi harga tentunya lebih terjangkau. “Best seller kami adalah, dupa yang menyala dua jam dengan aroma rempah. Dupa Du Bali ini kami produksi di Desa Jehem, Kabupaten Bangli, dengan menggunakan bahan-bahan alami yang berkualitas,” paparnya.

Dituturkan, dupa diminati oleh para praktisi yoga, karena dinilai paling ampuh dan aman untuk menghapus segala bentuk aura buruk. Terlebih lagi dupa yang terbuat dari gaharu sangat diyakini membawa aura positif dan membersihkan aura negatif. Dengan demikian menyalakan dupa setiap saat dirumah sangat baik untuk memperbaiki aura rumah. Namun sebaiknya dipilih dupa yang memiliki aroma yang lembut dan menenangkan, sehingga mampu menambah daya konsentrasi otak. Produk dupa Du Bali ini diproduksi dengan harga yang  terjangkau oleh semua kalangan, yaitu mulai Rp 8.000 hingga Rp 150.000.(pur)

BAGIKAN