Wisata “Rafting” Waspadai Musim Hujan

52
Aktifitas kegiatan wisata rafting di Bali. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Beberapa pekan terakhir ini, Bali dihadapkan dengan musim hujan yang berpotensi mengganggu aktivitas pariwisata yang bersentuhan dengan alam. Ketua DPC Gahawisri Kabupaten Gianyar, Suwarka, Selasa (11/7) mengatakan, pemandu kegiatan wisata rafting (arung jeram) harus mewaspadai curah hujan tinggi.

Ia mengungkapkan, curah hujan yang tinggi memang terjadi di beberapa kawasan di Bali. Hanya saja saja, curah hujan yang terjadi beberapa pekan ini belum mengganggu aktivitas kegiatan wisata rafting.

Suwarka menjelaskan, kondisi curah hujan saat kegiatan rafting tidak begitu deras. Oleh sebab itu, aktivitas rafting tidak begitu menghambat wisatawan yang melakukan kegiatan rafting.

Dipaparkannya, walaupun hujan tidak begitu tinggi pengusaha dan pemandu rafting diminta tetap mewaspadai curah hujan tinggi. Ini terutama ketika terjadi curah hujan tinggi di kawasan hulu sungai.

Lebih lanjut dikatakannya, ketika terjadi curah hujan tinggi terutama di hulu akan menyebabkan ketinggian air sungai semakin meningkat. Peningkatan ketinggian air bisa berisiko terhadap kecelakaan dalam kegiatan. .

Suwarka mencontohkan, Sabtu (8/7) satu orang wisatawan peserta rafting meninggal. Ini dikarenakan tenggelam di Perusahaan Toekad Rafting akibat peningkatan ketinggian volume air sungai. (kup)

BAGIKAN