Miliki Makna Filosofi, Kain ’’Bebali’’ perlu Dilestarikan

43

KAIN Bebali yang seharusnya digunakan  untuk kegiatan keagamaan di Bali. Hal ini tidak banyak diketahui masyarakat. Hal tersebut terlihat dari minimnya minat masyarakat, dalam membeli kain tradisional tersebut.

Sebenarnya kain Bebali, memiliki makna filosofis yang sangat penting. Namun seiring dengan berjalannya waktu,  sedikit masyarakat Bali yang mengetahuinya. “Belakangan masyarakat Bali yang membeli kain Bebali ini, hanya karena mengetahuinya dari Ida Pedanda yang akan memimpin upacara yang dilaksanakan. Tapi sebagian besar masyarakat tidak mengetahui pentingnya kain Bebali ini,” tutur Ida Bagus Adnyana, pemilikTuhu Batu, di Banjar Gede Batuan, Sukawati, Gianyar.

Karena hal tersebut, membuat permintaan kain Bebali masih sangat minim. Mereka yang membeli hanya yang mengerti makna kain Bebali. “Mereka yang ingin upacara keagamaannya lebih sempurna dengan penggunaan kain Bebali. Semua upacara Panca Yadnya di Bali seharusnya menggunakan kain Bebali, karena satenya bebali dan jaja juga Bebali,” paparnya.

Kain Bebali yang sering disebut dengan gedogan ini memiliki ciri khas. Berupa kain yang tidak terputus ditenun berbentuk lingkaran yang tak terputus. “Gedogan itu dalam bahasa Balinya artinya kandang, yang artinya mengikat. Kain ini juga disebut dengan wangsul yang artinya kembali kepada asal, sehingga tujuan menggunakan kain ini karena sadar betul, sebagai ciptaan Tuhan dan harus kembali kepada Tuhan,” tukasnya. (pur)

BAGIKAN