I Made Sumantra Miliki Jiwa ’’Ngayah’’

48

MENJADI pengurus lembaga keuangan milik desa atau yang dikenal dengan nama LPD, haruslah bisa menerapkan jiwa ngayah kepada desa adat. Demikian pula hal yang dilakukan I Made Sumantra, yang saat ini menjadi Kepala LPD Desa Pakraman Denpasar. Hal ini dikarenakan menjadi pengurus LPD tidak bisa semata-mata mencari keuntungan atupun mencari upah yang tinggi, melainkan mampu membangun ekonomi masyarakat.

Saat ditemui, Selasa (11/7) kemarin, dia menceritakan, sedikit pengalaman hidupnya yang dulunya sama sekali tidak merasakan hidup ataupun bermasyarakat di Bali. “Saya lahir di Kepulauan Nusa Kecil, karena bapak yang bertugas sebagai polisi terus mendapat tugas di luar daerah waktu itu. Selanjutnya lama tinggal di Mataram yang sama sekali tidak pernah merasakan hidup di Bali, sehingga Balipun sangat asing bagi kami,” katanya.

Demikian juga setelah memperoleh pekerjaan di salah satu bank milik Negara, dia juga mengatakan tidak mendapatkan tugas di Bali, sehingga ketika pulang ke Bali terasa seperti pergi ke rantauan baginya. Ketika pensiun, dia mengaku, akhirnya bisa pulang ke Bali, dan memiliki tekad untuk ngayah pada masyarakat. Ketika di Bali dia pernah dipercaya menjadi seorang pecalang dan akhirnya dipercaya pula untuk membangun kembali LPD, yang sempat vakum selama satu tahun ini

“Waktu itu sebenarnya saya masih bekerja di salah satu BPR, menduduki jabatan sebagai komisaris utama. Namun karena jiwa ngayah masih sangat ingin saya lakukan, memutuskan untuk ikut membangun LPD, yang selanjutnya tahap demi tahap LPD Denpasar mulai mampu untuk berkembang,” katanya. (wid)

BAGIKAN