Harkopnas, Ekonomi Kerakyatan Bangkit?

53
Salah satu kegiatan memperingati Harkop ke 70 belum lama ini di Kabupaten Karangasem (sta)

Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) setiap tahun merupakan ajang bangkitnya ekonomi kerakyatan. Setiap pelaksanaan kegiatan tersebut mengingatkan agar koperasi benar-benar menjalankan apa yang tersurat dan tersirat dalam UUD 45 pasal 33. Sudah menjadi tradisi saat peringatan Harkopnas tersebut, seluruh gerakan koperasi berbaur melakukan langkah pembenahan dan perekatan kebersamaan antarkoperasi. Kenapa?

DENGAN tumbuhnya semangat tinggi, unit usaha yang dikelola koperasi akan terus berkembang. Perkembangan usaha dalam koperasi diyakini mampu membangkitkan ekonomi kerakyatan.

Koperasi yang merupakan wadah perkumpulan masyarakat dari lapisan bawah sampai tingkat lebih tinggi sudah diakui mampu mendorong ekonomi. Maka tidak salah koperasi berbasis ekonomi kerakyatan.

Hal ini ditegaskan ‎Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, S.H., M.H., didampingi Kabid Kelembagaan, Gede Indra, S.E., M.M., baru-baru ini di Denpasar.

Dikatakan, momen peringatan Harkopnas menjadi ajang tepat memupuk bangkitnya seluruh gerakan koperasi di Bali, umumnya di Indonesia. Pada 12 Juli ini ditetapkan menjadi Harkopnas. Perayaan Harkopnas saat ini dilaksanakan di Kota Makassar, tepatnya di Lapangan Karibose Makassar. Harkopnas ke 70 dihadiri Presiden Joko Widodo dan Menteri Koperasi dan UKM RI, AAN Puspayoga dan beberapa menteri lainnya.

Pada perayaan Harkopnas ke-70 ini, kegiatan dari panitia penyelenggara yakni Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) digelar selama 5 hari. Maka itu, pihak panitia sudah mengundang para tokoh koperasi dan menteri terkait sebagai pembicara dalam membangun strategi koperasi ke depan.

”Untuk Bali, pada Harkop ke-70 kali ini akan menerima penghargaan 6 tokoh Bakti Koperasi dan 2 koperasi berprestasi. Bukan hanya kali ini dapat penghargaan, setiap tahunnya Bali tidak pernah absen, selalu mendapatkan sampai 10 penghargaan. Ini merupakan kebanggaan masyarakat Bali, tetapi sekaligus tantangan berat untuk mampu mempertahankannya. Seiring banyaknya penghargaan perkoperasian tingkat daerah dan nasional, pencitraan koperasi di Bali terus meningkat. Pada hari ini juga Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, S.Pd., M.M. menerima tanda penghargaaan Satya Lancana Pembangunan dari Presiden‎,” tambah Gede Indra sambil menyebutkan para penerima penghargaan Tokoh Bakti Koperasi dan UKM tahun 2017, Drs. I Dewa Gede Supartha, M.M., (Kadis Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli), Drs. I Wayan Retha, S.H., M.H., (Ketua Dekopinda Kabupaten Badung), I Gede Ngurah Indrayana, S.H., (Ketua Dekopinda Kabupaten Karangasem), Mudastra, S.H., (GM Kopdit Tri Tunggal Tuka), I Ketut Meniartha (Ketua KSP Amogasidhi). Peraih Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional yakni ‎Kopdit Tri Tunggal Tuka dan KSP Amogasidhi. ‎

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si. menjelaskan, melalui event rutin tahunan ini seluruh gerakan koperasi mampu meningkatkan kemampuan pengelolaan koperasi dengan benar dan sesuai aturan yang berlaku, yakni sesuai UUD 1945 pada pasal 33 dan sesuai UU Perkoperasian No. 25 tahun 1992 dan mengadopsi semua aturan di bawahnya sampai ke tingkat perbup dan perwali. Jika sudah mampu menjalankan koperasi dengan benar dan sesuai peraturan yang ada tidak akan ada ditemukan koperasi yang bermasalah. Maka itu, momen Harkopnas setiap tahun mesti dijadikan pecut seluruh gerakan untuk lebih semangat dan dijadikan ajang potret agar lebih maju.

”Kami yakin di Denpasar setiap peringatan Harkopnas memiliki arti sangat penting bagi seluruh gerakan. Setiap pelaksanaan kegaiatan selalu ramai peserta, bahkan banyak anggota mengikutinya,” tegas Erwin Suryadarma Sena. (sta)

BAGIKAN