Ekonomi Lesu, NPL KSP masih Aman

56

Denpasar (Bisnis Bali) – Lesunya perekonomian dalam beberapa tahun ini membuat non performing loan (NPL)/kredit bermasalah sampai level 7 persen. Dengan demikian dua angka melebihi batas normal sampai 5 persen. Namun, pada koperasi simpan pinjam (KSP) saat ini NPL masih normal, rata-rata masih di bawah 5 persen. Hal ini dikarenakan, KSP memiliki nasabah yang sekaligus pemilik KSP yakni anggota.

Ketua Pusat Koperasi (Puskop) Bali, I Ketut Widartha, S.E., Selasa (11/7) di Denpasar menegaskan, dalam kondisi ekonomi lagi lesu yang dimulai beberapa tahun, menyebabkan sektor jasa keuangan makin tertekan. Pada kinerja KSP juga sama, semuanya mengalami penurunan aktivitas. Barometer pertumbuhan KSP juga menggunakan batasan NPL. ”NPL di KSP juga cenderung naik, namun kenaikannya tidak signifikan. Kalau sebelumya NPL KSP masih di bawah 1 persen atau 2 persen, maka saat ini terjadi peningkatan beberapa point saja. Misalkan yang sebelumnya NPL nya hanya 2 persen, saat ini paling tinggi sampai 4 persen. Itu artinya masih di bawah normal 5 persen. Memang kami akui ada KSP satu atau dua yang mengalami NPL tinggi, itu kami yakini karena kesalahan manajemen pengelola. Biasanya pengelola tidak mengikuti aturan perkoperasian yang benar atau karena kurang menerapkan prinsip kehati-hatian,” kata Widartha yang juga Ketua KSP Wikan.

Salah seorang pengelola KSP, Artha Kusuma juga membenarkan kalau akhir-akhir ini anggota yang meminjam di KSP mengalami keterlambatan pembayaran. Namun demikian, belum ada sampai yang tidak mampu mengembalikan. Berbeda dengan kondisi sebelum tiga tahun lalu. Semua anggota yang meminjam lancar, juga jumlah tabungan terus meningkat.   (sta)

BAGIKAN