Tabanan (Bisnis Bali) – Curah hujan tinggi terjadi sejak beberapa hari terakhir, diprediksi akan berdampak pada menurunnya jumlah produksi beras di kalangan usaha anggota Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi) Bali. Selain cuaca, kondisi tersebut disumbang juga karena faktor jumlah panen di sejumlah sentra produksi padi yang mengalami penurunan sekarang ini.

“Musim hujan belakangan ini akan berdampak menurunnya produksi beras dikalangan usaha penggilingan, khususnya pada usaha penggilingan yang tidak memiliki mesin pengering (drayer),” tutur Ketua Perpadi Bali, AA., Made Sukawetan di Tabanan, Selasa (11/7).

Paparnya, saat ini untuk di Bali baru ada 52 usaha penggilingan gabah yang sudah memiliki mesin pengering, jumlah tersebut baru setengah dari total usaha penggilingan gabah yang mencapai 117 usaha. Bercermin dari kondisi tersebut, musim hujan dan menurunnya jumlah panen gabah di kalangan petani kemungkinan akan menyumbang penurunan produksi beras mencapai 30 persen dari rata-rata produksi normal.

Sukawetan menjelaskan, penurunan produksi beras tersebut karena disebabkan usaha penggilingan yang tidak memiliki mesin pengering akan mengalami kendala dalam proses usaha, sehingga mereka (usaha penggilingan) tersebut kemungkinan akan mengurangi produksi dari biasanya. Tidak itu saja, katanya, faktor cuaca juga membuat kualitas beras yang dihasilkan menurun karena tingginya tingkat rendemen saat ini, yakni saat ini rata-rata rendemen 47-48, jauh menurun dari kondisi normal yang berada di kisaran 57.

“Namun kami menjamin, meski produksi menurun, semua produksi gabah yang dihasilkan petani akan terserap habis oleh usaha penggilingan saat ini. Sebab, produksi gabah tengah mengalami penurunan dari pascapanen lalu,” ujarnya.

Sambungnya, produksi gabah di kalangan petani dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) yang menurun belakangan ini, itu pula yang membuat harga jual gabah jenis GKP menjadi naik dari sebelumnya. Terangnya, saat ini harganya Rp 4.500 per kg-Rp 4.600 per kg, naik dari kondisi sebelumnya yang diperdagangkan di kisaran Rp 4.200 per kg. (man)

BAGIKAN