Terapkan TI, BPR harus Perhatikan Jaringan  

56

Denpasar (Bisnis Bali) – Penerapan teknologi informasi (TI) termasuk sistem aplikasi pelaporan online OJK (Apolo) untuk menyampaikan rencana bisnis bank (RBB) dari BPR akan berpotensi dihadapkan kendala jaringan. Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, Selasa (11/7) mengatakan, dalam penerapan sistem Apolo ini, bank perkreditan rakyat (BPR) harus memperhatikan jaringan, sehingga tidak terhambat dalam penyampaian pelaporan lewat online.

Ia mengungkapkan, BPR berdiri memang di wilayah kecamatan. Tidak sedikit, wilayah kerja BPR berada jauh dari kawasan perkotaan. BPR yang jauh dari wilayah perkotaan masih kesulitan jaringan untuk pelaporan rencana bisnis bank secara online.

Direktur Utama BPR Indra Candra menjelaskan, BPR siap ataupun tidak siap memang harus menerapkan sistem Apolo. BPR dituntut menerapkan teknologi informasi (TI) sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Dipaparkannya, bank umum sudah menerapkan sistem Apolo. Ini mudah diterapkan bank umum karena memang kantornya berlokasi di perkotaan.

Lebih lanjut dikatakannya, penerapan sistem Apolo harus memperhatikan persyaratan  teknis. Hal ini seperti jaringan, permodalan, dan SDM yang akan menerapkan sistem Apolo dan persyaratan lain.  (kup)

BAGIKAN