OJK Anggap Wajar KUR Mikro Gunakan Jaminan

46

Mangupura (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masih dalam batas wajar bila ada perbankan yang menerapkan agunan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) miko hingga Rp 25 juta. Penggunaan agunan atau jaminan sebagai bentuk kehati-hatian perbankan terhadap kredit yang disalurkan kepada nasabah.

“Memang sesuai aturan KUR mikro Rp 25 juta tanpa agunan, kalau di atas 25 juta baru menggunakan agunan. Tetapi, sebagai bentuk kehati-hatian bank agar tidak timbul kredit bermasalah, hal tersebut masih wajar saja,” kata Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi di Nusa Dua, Jumat (7/7) kemarin.

Menurut Zulmi, perbankan tidak semua menerapkan kewajiban agar ada agunan bagi KUR mikro. Penerapan agunan umumnya hanya kepada debitur yang dinilai masih dalam kategori tertentu atau yang memiliki risiko tinggi terjadi masalah. Debitur penerima KUR mikro yang sudah dianggap kuat atau dipercaya tentu tidak akan dikenakan agunan.

“Sekali lagi dalam bentuk kehati-hatian jangan sampai penerima KUR yang risiko tinggi ketika usahanya tidak berjalan dan tidak mampu membayar mengakibatkan kredit macet,” ujarnya.

Perbankan tentu tidak ingin debitur KUR yang kreditnya macet sehingga jaminan sekadar pengingat untuk melakukan kewajiban. KUR diharapkan bisa membantu bagi usaha kecil menengah (UKM) yang ingin mendapatkan suntikan modal dari perbankan dengan bunga 9 persen per tahun.

“Tujuan KUR melalui bank untuk menumbuhkan daya saing UKM dan juga mendorong UKM untuk berkembang dan bermaanfaat bagi ekonomi masyarakat,” jelasnya. (dik)

BAGIKAN