BI: Kredit Multiguna tetap Tumbuh  

46

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mencatat besarnya penggunaan kredit konsumsi perseorangan secara multiguna masih tumbuh sepanjang 2017. Pada triwulan I 2017, kredit multiguna tumbuh 17,07 persen (yoy).

“Pada triwulan I 2017 memang tumbuh sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 21,11 persen,” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Renon, Jumat (7/7) kemarin.

Menurutnya, kredit multiguna masih mampu tumbuh yang berarti menunjukkan kebutuhan pembiayaan rumah tangga masih cukup besar di luar kebutuhan untuk memiliki rumah dan kendaraan bermotor maupun peralatan rumah tangga. Hal buhan ini terjadi karena pengajuan kredit multiguna relatif mudah dengan menggunakan jaminan atau agunan yang dimiliki oleh rumah tangga. Selain itu penggunaan dana yang diterima dapat secara leluasa yang digunakan oleh rumah tangga dalam melakukan aktivitas konsumsi seperti biaya renovasi rumah, biaya pernikahan, pendidikan, pengobatan, maupun pembelian barang berharga atau elektronik dan dapat digunakan untuk modal usaha.

Ia menilai, jika melihat dari pangsa berdasarkan kelompok besar pinjaman dan jangka waktu kreditnya, kredit multiguna didominasi oleh kredit kelompok pinjaman > Rp100 juta sampai dengan Rp 500 juta dengan jangka waktu lebih dari 10 tahun yang mencapai 69,55 persen dari keseluruhan nominal kredit multiguna. Selain itu, dari jumlah rekening pada kelompok pinjaman >10 tahun, kelompok pinjaman > Rp100 juta sampai dengan Rp500 juta juga memiliki pangsa terbesar yaitu 59,47 persen

“Dari sisi risiko kredit, kredit rumah tangga untuk fasilitas multiguna berada dalam kondisi dengan risiko yang minimal,” ujarnya. (dik)

BAGIKAN