Anggur Bali Buah Lokal Khas Buleleng  

34
  SIAP PANEN - Anggur Bali khas Buleleng yang siap panen. (pur)

BUDI DAYA anggur banyak dilakukan petani di Kabupaten Buleleng. Budi daya anggur ini pusatnya di Kecamatan Seririt dan Banjar karena dua daerah ini cocok dengan habitat tanaman anggur. Anggur yang dibudidayakan di Buleleng yang berwarna ungu kehitaman ini dikenal sebagai anggur Bali.

Made Budiasa, Ketua Kelompok Tani Anggur Amertha Nadi mengatakan, anggur Bali rasanya manis dan teksturnya renyah. Kulitnya hitam namun daging buahnya berwarna putih. Umur panennya antara 105-110 hari setelah pangkas.

“Tanaman anggur suka tempat terbuka dengan sinar matahari penuh. Tanaman ini dapat tumbuh di segala jenis tanah, tapi tanah yang tidak baik harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi syarat,” terangnya. Tanah yang subur, gembur, dan berhumus sangat baik untuk tanaman anggur. Anggur membutuhkan ketersediaan air dalam jumlah yang cukup. Ketinggian tempat yang baik untuk menanam Anggur ini tidak lebih dari 300 MDPL,  dengan curah hujan antara 250-380 mm/tahun.

“Bibit anggur dari stek lebih mudah membentuk akar, ini cara yang paling sederhana dalam perbanyakan klon. Tetapi penempelan juga bisa dilakukan, sehingga bisa memilih batang bawah yang baik,” tukasnya. Untuk mulai menanam beri jarak tanam dengan pola 3 x 3 m atau 4 x 4 m, buat lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm. Lubang dibiarkan terkena sinar matahari selama 2-4 minggu. Kemudian lubang tanam diisi pupuk kandang, pasir dan tanah dengan perbandingan 2:1:1.

“Penanaman bibit anggur sebaiknya saat musim kemarau, sekitar Juni dan Juli. Setiap tanaman perlu lahan 20 m² termasuk para-paranya yang harus dipersiapkan sebelum tanamannya tumbuh,” ucapnya. Para-para ini berguna untuk merayapkan batang dan cabangnya secara mendatar pada ketinggian 2 m. Setiap tanaman juga diberi ajir bambu untuk titian setelah bibit ditanam, agar pertumbuhannya dapat menjalar ke atas menuju para-para. (pur)

BAGIKAN