Tuan Rumah IMF, Ekonomi Bali Berpotensi ”Bergairah”  

35
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Causa Iman Karana

Denpasar (Bisnis Bali) – Beberapa kegiatan meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE) yang digelar di Bali menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata, termasuk ketika menjadi tuan rumah even besar berskala internasional seperti IMF-WB Annual Meetings 2018, ini juga berpotensi mampu menggairahkan perekonomian Bali.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Causa Iman Karana di Renon, Kamis (6/7) kemarin mengatakan, Bali ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018, sehingga berbagai persiapan sejak dini sudah dilakukan. Pengaruh positif  penyelengaraan even ini dapat digunakan sebagai ajang promosi budaya, pariwisata, industri kreatif, investasi, kerja sama ekonomi dan teknologi.

“Tentu pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi Bali dan Indonesia, sebab dari evennya saja sudah skala internasional,” katanya.

Kenapa bisa, kata Causa, pertemuan IMF 2018 menghadirkan sekitar 15 ribu peserta dari 189 negara dan berkumpul di Nusa Dua. Anggota-anggota World Bank dan IMF akan datang ke Bali, jadi ada bank central seluruh dunia, menteri keuangan seluruh dunia, ada juga CEO perusahaan finansial seluruh dunia ke sini dan membahas program IMF tahun depan.

Selain itu, akan ada persiapan sekitar 3.700 kamar hotel untuk official partisipan dan 10 ribu kamar hotel untuk non-official partisipan, serta masih banyak lagi untuk kamar hotel lainnya.

“Semua itu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Bali karena nanti segala sektor usaha pendukung terlibat. Termasuk aktivitas belanja suvenir, kebutuhan, biaya hotel dan sebagainya akan membantu pergerakan ekonomi Bali,” jelasnya. (dik)

BAGIKAN