Tidak Tahu Khasiat, Bawang Berlian belum Dilirik Petani  

106

BAWANG berlian atau bawang dayak belum banyak diketahui masyarakat khasiatnya, sehingga belum banyak petani yang melirik untuk budi daya. Budi daya bawang berlian ini sangat mudah.

Praktisi ramuan herbal Taru Pramana, Nyoman Sridana mengatakan belum banyak petani yang membudidayakan bawang berlian, karena hanya kalangan tertentu yang mengetahui khasiatnya. Meski saat ini permintaan bawang berlian mulai meningkat, petani belum ada yang tertarik untuk membudidayakannya. “Budi daya bawang berlian ini sebenarnya sangat prospektif. Namun memang petani menjadikan sebagai komoditas tambahan selain komoditas utama,” ucapnya.

Budi daya ini hampir sama seperti bawang merah, yaitu bisa menanamnya dengan umbi-umbian saja. Jadi beberapa umbi bisa ditanam kembali menjadi beberapa tanaman bawang berlian. “Sebelum menanam sebaiknya tanah diolah dulu untuk menambah kesuburan tanah yang akan digunakan untuk menanam bawang berlian.  Selain pupuk, bisa juga menambahkan sisa-sisa daun kering untuk menambah kegemburan tanah,  pupuk dan tanah harus sama banyaknya,” paparnya.

Budi daya ini bisa dilakukan dalam polybag bila tidak memiliki lahan yang cukup, tetapi memang lebih baik jika menanam bawang berlian ini langsung di tanah saja, karena dengan begitu bawang akan lebih mudah berkembang.

Sebelum menanam lubang dengan kedalaman sekitar 15-20 cm. Dalam satu lubang hanya boleh ada satu umbi bawang berlian agar nantinya saat tumbuh, tanaman yang satu dan yang lainnya tidak berdesakan dan bisa tumbuh dengan bebas tanpa ada gangguan dari tanaman lain.

“Sebagai tanaman liar, bawang dayak sejatinya tetap tumbuh meski tidak dirawat, namun, dengan dibudidayakan secara intensif, hasilnya bisa lebih maksimal. Perawatannya juga tergolong mudah dan murah, hanya perlu air dan pupuk secukupnya,” tukasnya. Tanaman ini tahan hama jadi tak perlu pestisida, apalagi bawang berlian digunakan sebagai herbal sehingga sebaiknya memang tidak menggunakan pestisida. Namun saat musim hujan, petani harus mewaspadai jamur yang menyerang umbi. Sementara saat musim kemarau, tidak ada risiko jamuran. (pur)

BAGIKAN