GWM Primer Rata-rata Berlaku 1 Juli Suku Bunga Bank Berpotensi Turun  

39

Mangupura (Bisnis Bali) – Bank Indonesia (BI) menerapkan Giro Wajib Minimum (GWM) primer rata-rata per 1 Juli 2017. Pemberlakuan GWM primer rata-rata diharapkan berpotensi membuat suku bunga kredit perbankan mengalami penurunan.

“Kita harapkan dengan penerapan GWM primer rata-rata yang menggantikan GWM primer tetap, secara tidak langsung bisa membuat likuiditas kuat dan bunga bisa turun,” kata pemerhati perbankan Dr. Yudhawan di Nusa Dua, Rabu (5/7) kemarin.

Ia menilai, dengan aturan baru akan memberi keleluasaan bagi bank untuk mengelola likuiditasnya. Bank bisa lebih menekankan efesiensi. Bila sudah efisien, bank diharapkan tidak lagi menerapkan suku bunga pinjaman yang tinggi.

“Ada peluang tahun ini suku bunga single digit di bawah 10 persen bisa terwujud. Tetapi itu semua perlu dukungan semua pihak, termasuk harapan kepada kepempinan Otoritas Jasa Keuangan yang baru,” paparnya.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Zulmi mengatakan, bisa saja suku bunga kredit perbankan menuju single digit tahun ini, tetapi semua kembali kepada market dan likuiditas perbankan.

“Bila itu berjalan dengan baik, ada peluang suku bunga kredit perbankan turun,” katanya.

Menurutnya, sebenarnya perbankan sudah menerapkan single digit melalui suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang 9 persen.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Causa Iman Karana menerangkan, GWM primer rata-rata berlaku sejak 1 Juli 2017, sebelumnya yang berlaku adalah GWM primer tetap. Dengan rasio GWM primer tetap perbankan wajib menyetorkan yaitu 6,5 persen dari DPK.

“Dengan aturan terbaru ada perubahan pada cara pemenuhan, yakni dari yang selama ini fixed (tetap) harus dipenuhi setiap akhir hari akan diubah menjadi sebagian dipenuhi secara rata-rata sebesar rasio 1,5 persen dari DPK. Sisanya sebesar 5 persen dari DPK tetap dipenuhi secara harian,” katanya.(dik)

BAGIKAN