Sekitar 5.000 unit koperasi di Bali masih dominan dikelola secara konvensional. Produk yang dimiliki pun masih terkesan monoton sehingga tidak dapat dinikmati dengan baik oleh anggota maupun masyarakat sekitar. Apa dampaknya?

PEMERHATI koperasi dan mantan Manajer Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Dharma Wiguna Denpasar, IGN Suyasa, S.E., M.Si. menegaskan, pengelolaan koperasi sampai saat ini dirasakan masih apa adanya. Dari jumlah koperasi yang ada di Bali, baru 10 persen yang dikelola dengan manajemen profesional, selebihnya pengelola masih konvensional.

Tata kelola apa adanya biasanya membuat anggota dan masyarakat jenuh. Maka itu, umumnya koperasi di Bali belum dapat berkembang dengan baik.

”Kalau kita mengacu pada perundang-undangan, koperasi merupakan badan hukum dan usaha yang sangat bagus. Koperasi yang dibuat oleh anggota, dikelola oleh anggota dan hasilnya untuk anggota. Ini membuktikan usaha kebersamaan yang sangat bagus. Namun apa yang terjadi? Sampai saat ini, masih banyak koperasi belum berkembang dengan baik. Itu dikarenakan ada masalah pengelolaan,” kata Suyasa sambil menyebutkan salah satunya karena produk koperasi masih monoton.

Pemerhati koperasi lainnya, Ir. Gede Sudanayasa, M.M. juga melihat pengelolaan koperasi dari dulu sampai saat ini masih standar. Berbeda dengan usaha sejenis nonkoperasi yang memiliki kreativitas dan inovasi lebih cepat maju. Koperasi yang dikelola pengurus masih terjebak rutinitas hanya mengurus dan melayani anggota. ”Anggota dan masyarakat ingin produk-produk yang mengalami inovatif, baik koperasi simpan pinjam maupun koperasi jenis lainnya. Semestinya pengurus koperasi selalu berkaca pada usaha sejenis non koperasi. Apa yang dilakukan usaha lainnya bisa maju dan berkembang bagus, maka diikuti pengelola koperasi. Semisal produk-produk perbankan yang selalu mampu menambah minat masyarakat untuk menyimpan dan meminjam. Demikian juga di bidang pertokoan juga sama seperti minimarket, toko dan swalayan dapat berkembang pesat karena pelayanan dan produknya selalu berkualitas dan lain sebagainya,” tegasnya. (sta)

BAGIKAN