Denpasar (Bisnis Bali) – Merealisasikan program Lembaga Usaha Ekonomi Subak (LUES), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali menggandeng Dinas Pertanian Provinsi Bali akan mengembangkan demplot LUES di simantri kawasan subak Jatiluwih.

Selain Jatiluwih, tahun ini hal serupa juga menyasar simantri di subak Umalawas Pejeng Kabupaten Gianyar.

“Tahun ini demplot LUES hanya dilakukan di dua subak. Selain itu, kami sengaja menyasar subak yang ada simantri, karena hal tersebut akan memungkinkan untuk dibina lebih cepat,” tutur Ketua HKTI Bali, Prof. Nyoman Suparta, di Denpasar, Selasa (4/7).

Ia menerangkan, terget LUES di tahun pertama ini adalah mengintensifkan produktivitas yang berkaitan dengan simantri yang meliputi alat teknologi produksi, maupun alat untuk bisa menghasilkan pupuk hingga menghasilkan tanaman, dan pangsa pasar dari produksi yang dihasilkan.

Imbuhnya, kemudian di tahun kedua nanti target sasaran akan terfokus mengenai pembinaan sumber daya manusia (SDM) subak itu sendiri dan pembangunan kelembagaan subak, sehingga diharapkan agar tercipta usaha di kalangan subak. Salah satunya dalam bentuk kios penjualan sarana produksi pertanian.

Lanjutnya, di tahun ke tiga dan ke empat target LUES di Bali akan melakukan pengembangan dan pemasaran yang lebih luas lagi, seperti menyasar kalangan sektor pariwisata.

Di tahun ke lima targetnya nanti adalah penyempurnaan. Akuinya, terkait sumber dana, pada tahun pertama untuk program LUES masih  dibiayai oleh ibah dari Gubernur Bali, sedangkan di tahun selanjutnya nanti tidak menutup kemungkinan akan mencari sumber dana dari program CSR.  (man)

BAGIKAN