Juli Manggarayuni Ubah Konsep Jualan dari ’’Offline’’ ke ’’Online’’

37

PEREMPUAN rupanya pasar empuk bagi pebisnis berbagai hal yang menyangkut kecantikan. Mulai dari aksesori, pakaian, sepatu, make-up hingga tas. Khusus untuk tas, kaum hawa ini tidak cukup punya satu atau dua pcs saja. Melainkan punya beberapa biji dengan warna menyesuaikan dengan fashion lainnya. Istilah mereka biar mecing atau fasionable.

Rupanya peluang bisnis ini dibaca Juli Manggarayuni. Iapun secara bertahap menekuni usaha ini. Hasilnya bak gayung bersambut, usahanya mulai tumbuh dan berkembang hingga kini.

Awal mula terjun di usaha ini, ketika ketertarikannya terhadap barang-barang fashion. ‘’Jujur saja saya suka dandan dan harus fasionable dalam penampilan,’’ ujarnya. Untuk itu, katanya, ibu tiga anak ini menyukai berbagai hal yang menyangkut kecantikan. Untuk bisa memilikinya sesuai keinginan tidak mungkin, karena kesehariannya hanya sebagai ibu rumah tangga. ‘’Dari sini saya memulai berjualan sepatu, sandal, pakaian, tas dan lain-lain,’’ tuturnya. Untuk menambah pengetahuan, ia kerap mengikuti workshop atau seminar yang diselenggarakan koran Bisnis Bali. Dengan mengenal tekhnologi dalam kewirausahaan, ia mengubah konsep berjualannya. ‘’Dari sini saya merubah pola perilaku dari yang biasanya jualan offline menjadi berbasis online, baik dalam hal penciptaan hubungan, komunitas dan sharing,’’ ujar pemilik Jello’ Boutique. Bisnisnya itu digelutinya dari tahun 2013 sampai  saat ini.

Berawal dari konsepnya masih sangat konpensional, seperti mendatangi customer satu persatu, pembayaran langsung, yg akhirnya sekarang diubah menjadi bisnis yang  lekat dengan konsep modern. Dimana produk sudah fokus pada tas authentic branded. Seperti Louis Vuitton,Chanel, Prada, Longchamp dan Varian Parfume branded. (sri)

BAGIKAN