Denpasar (Bisnis Bali) – Prospek jasa merias pengantin tradisional Bali, terutama payas modifikasi, diprediksi sejumlah kalangan pebisnis tata rias masih terbuka lebar ke depannya. Kendati sudah banyak bermunculan jasa salon kecantikan yang menyediakan tata rias modifikasi di Bali saat ini. ‘’Saat ini, kreasi-kreasi baru di bidang payas modifikasi Bali berkembang pesat, sehingga tidak mati gaya,’’ ujar Pujiastini, salah seorang pemilik salon kecantikan di Denpasar, Senin (3/7).

Lanjutnya, padatnya aktivitas keagamaan yang memerlukan jasa rias ala tradisional Bali, seperti pernikahan, potong gigi, serta upacara keagamaan lainnya, membuat profesi ini masih  menjanjikan, sehingga jasa ini menjadi peluang bagi penyedia jasa terkait, serta dituntut mampu menyediakan layanan yang bermutu, serta mengacu pada tren kekinian.

Selain jasa rias, orderan foto prewedding juga diprediksi semakin laris kedepannya.

Kata Pujiastini, tren prewedding belakangan ini makin berkembang yakni, unsur praktis dan ekonomis makin melekat. ‘’Ini menjadi tantangan bagi penyedia jasa untuk menyediakan produk jasa berkualitas,’’ jelasnya.

Melayani paket prewedding, pihaknya mematok tarif Rp 5 juta per paket untuk 1 lokasi pemotretan, yang terdiri atas edit foto 4R, 1 foto 20R Jumbo, 1CD file edit dan CD original, gaun plus rias, serta free transport , khususnya untuk area Denpasar. “Sementara, untuk 2 lokasi, ada penambahan biaya sekitar Rp 1.000.000. Paket prewedding Eropa biayanya mulai Rp 5,5 juta hingga Rp 8 juta,” katanya.

Pihaknya optimis, Bali sebagai kawasan destinasi pariwisata dunia, bisnisnya akan tetap kebanjiran order dari jasa rias pengantin atau gaun untuk prewedding ke depannya. ‘’Kami sebagai pelaku bisnis jasa bersaing ketat untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan dengan menyediakan model dan variasi pakaian adat yang beragam serta dengan harga sewa yang bersaing,’’ tandasnya. (aya)

BAGIKAN