Rata-rata Tumbuh 6,5 Persen BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali  

30

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menilai selama 5 tahun terakhir rata-rata ekonomi Bali tumbuh 6,5 persen (yoy) per tahun atau cenderung stagnan. Hal ini menjadi tantangan bagi ekonomi Bali, sehingga BI Bali berharap adanya faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Bali.

Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Renon, Senin (3/7) kemarin mengatakan, tantangan ekonomi Bali dari sektor pariwisata yaitu belum adanya konsep secara holistik dan terintegrasi dalam pengembangan pariwisata Bali. Strategi pengembangan pariwisata pelaku usaha dan pemerintah masih belum sepenuhnya bersinergi.

“Pengembangan wisata di Bali masih terkonsentasi di Bali Selatan. Hal tersebut menimbulkan masalah kemacetan dan sampah serta keterbatasan carrying capacity hotel,” katanya.

Tantangan selanjutnya dari sektor pertanian yaitu alih fungsi lahan pertanian, terbatasnya sumber daya manusia (SDM) pertanian, minimnya pemanfaatan teknologi pertanian. Selanjutnya dari sisi ekspor, Amerika merupakan tujuan ekspor utama Bali dengan pangsa 25 persen nilai dan 18 persen volume.

“Terpilihnya Donald trump berdampak pada potensi peningkatan proteksionisme perdagangan sehingga diversifikasi pasar dan produk ekspor Bali menjadi urgensi dalam upaya menjaga kesinambungan kinerja ekspor Bali,” ujarnya.

Untuk itu, dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Bali, BI menilai pemerintah perlu mendorong Nusa Penida sebagai salah satu destinasiwisata baru. Menurut Pak Cik biasa ia disapa, dalam mendukung hal tersebut BI akan melakukan pengembangan desa wisata dan fasilitasi penyediaan air bersih, serta pengembangan rumput laut melalui program sosial Bank Indonesia (PSBI). BI juga akan melakukan penyediaan air bersih, tenaga surya untuk agrowisata Nusa Penida hingga pengembangan klaster rumput laut. (dik)

BAGIKAN