Rangsang Perajin Ny. IA Selly D. Mantra Buka Pelatihan Tenun Endek

46
Ny. Selly saat meninjau pelatihan dari proses persiapan alat tenun ikat endek di workshop I Gusti Made Arsawan, Jl. Trenggana Penatih.  (sta)

Denpasar (Bisnis Bali)- Pasar kain tenun ikat seperti endek sangat tinggi. Namun peluang pasar tersebut belum dapat dimanfaatkan para generasi penerus, karena masih gensi menjadi perajin.

Padahal, penghasilan menjadi petenun kain tradisional mampu bersaing dengan sektor kerja lainnya. Bahkan, bagi perajin yang sudah memiliki skill cukup mampu mendapatkan upah per bulan sampai Rp 4 juta. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra, saat membuka Pelatihan Tenun yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Senin (3/7), diikuti 15 peserta di Pertenunan IGM Ariawan, Penatih Denpasar Timur.

Kegiatan ini dihadiri Kadis Perindag Kota Denpasar, camat Denpasar Timur, lurah Penatih dan undangan lainnya.

Menurut Selly, kerajinan kain tenun tradisional hampir semua daerah di Indonesia memilikinya. Hanya cara membuat dan namanya saja berbeda. Namun demikian, khusus kain tenun endek Kota Denpasar sudah mempromosikan dari beberapa tahun, dan sudah berhasil memperkenalkan sampai ke luar negeri, sehingga kerajinan kain endek memiliki peluang pasar yang cukup tinggi.

Untuk memenuhi pasar lokal saja sudah banyak. Namun untuk mencari perajin tenun ikat ini sampai sekarang masih sulit. Padahal, lanjut Selly, prospek dan peluang mendapatkan penghasilan lebih sangat memungkinkan.

”Dengan pelatihan ini kami harapkan para generasi muda terangsang menjadi perajin tenun ikat tradisional. Karena memiliki pasar yang bagus, selain pasar lokal, domestik sampai luar negeri,” tegasnya.

Sementara itu, Kadis Perindag Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra. M.Si., didampingi ‎Kabid Perindusrtian Kerajinan Aneka dan Sandang, IA Dewi Citrawati, S.E.,M.Si,,  di sela-sela pelatihan mengatakan, perkembangan dunia fashion yang didukung kemajuan teknologi informasi menunjukan perkembangan kain tradisional di seluruh nusantara semakin semarak. Khususnya di Kota Denpasar memiliki potensi memajukan dan mengembangkan kain tradisional Bali. Seperti kain endek dengan berbagai krestivitas dan inovasi, sehingga mendapatkan produk tekstil tradisional yang sesuai dengan tuntutan pasar. Maka dengan pesatnya permintaan pasar langsung berpengaruh terhadap peningkatan produksi.

”Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki inovasi. Juga masih kurang pengembangan proses produksi berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas dan produktivitas serta pengembangan desain berkarakter menjungjung budaya lokal, sehingga perlu adanya regenerasi terhadap pelaku produksi agar ke depannya produk endek tetap bertahan sebagai warisan budaya,” jelasnya sambil menyebutkan peserta pelatihan dari masyarakat umum dan siswa-siswi SMK N 4 Denpasar.  (sta)

BAGIKAN