Prof Suparta: hanya Ada Satu HKTI di Bali

68

Denpasar ( Bisnis Bali ) – Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali, Prof. Dr. Nyoman Suparta menegaskan, kepengurusan lembaga HKTI hanya ada satu, yakni kepengurusan HKTI versi Prabowo Subianto sesuai keputusan Mahkamah Agung dan telah  diakui oleh pemerintah melalui Kemenkumham. Bercermin dari kondisi tersebut jika ada lembaga lain yang mengatasnamakan organisasi yang sama dengan kegiatan serupa, maka bisa dipastikan keberadaannya illegal.

“Hal ini perlu kami jelaskan guna menghindari kesimpangsiuran dualisme kepengurusan HKTI. Terlebih lagi sempat ada kegiatan pelatikan kepengurusan dengan mengatasnamakan HKTI, dimana kegiatan tersebut sujatinya tidak mewakili organisasi yang sah. Kami tegaskan, hanya ada satu HKTI di Bali,” tutur Prof. Dr. Nyoman Suparta, di Denpasar, saat menggelar jumpa pers di Sekertariat DPD HKTI Bali yang bertempat di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Bali, Senin (3/7).

Awalnya memang hanya ada satu HKTI  yakni yang Ketua Umumnya Prabowo Subianto. Ketika Prabowo akan kembali dipilih menjadi Ketua DPB HKTI periode 2010 – 2015 saat Munas di Bali, ada pihak-pihak yang melakukan munas tandingan yang memilih Oesman Sapta sebagai Ketua DPN HKTI. Sejak saat itu terangnya, masyarakat mengenal ada dualisme HKTI di Indonesia, yakni HKTI versi Prabowo dan versi Oesman Sapta. (man)

BAGIKAN