Badung (Bisnis Bali)- Libur panjang Lebaran dan tahun ajaran baru, berdampak pada menurunnya jumlah peminat bimbingan belajar. Peminat bimbingan belajar ini menurut Sagita Dewi, pemilik Anemon di Jalan Danau Beratan III, Taman Griya, Jimbaran sangat terpengaruh moment tiap bulannya.

Bulan ini musim liburan, jadi agak menurun jumlah peserta bimbingan belajar karena banyak yang keluar kota. “Karena libur panjang ditambah Lebaran, jadi ada sebagian yang cuti, gak les karena mudik. Sistem anemone memang bisa sistem cuti sebulan terus, bulan depannya bisa sambung belajar lagi,” ucapnya.

Biasanya Agustus baru banyak yang mendaftar lagi. “Untuk anemone ini karena memberikan pendidikan dasar cara membaca dan menulis, batasan umur mulai umur 4 tahun. Kalau di bawah 4 tahun masih masa perkembangan otak, jadi fokus bermain dan belum bisa dipaksa menghafal huruf,” tukasnya.

Paket A 12 x prtemuan Rp 250.000,paket B 20 x pertemuan Rp 350.000, paket privat 12 x pertemuan Rp 450.000.

Putu Wedayanti, rekan Sagita menambahkan,untuk masuk Sekolah Dasar (SD), anak kerap kali dituntut mampu membaca dan menulis. Padahal dalam kurikulum Paud, anak tidak boleh diajarkan membaca dan menulis. Kondisi ini tentunya sangat kontradiktif, bagi para orang tua.
Orang tua kerap menjadi resah ketika memiliki anak yang baru akan masuk SD. Terinspirasi dari pengalaman pribadi, sulitnya mengajar anak-anak menulis dan membaca, Sagita Dewi, akhirnya membuka tempat belajar menulis dan membaca bagi anak Anemon di Jalan Danau Beratan III, Taman Griya, Jimbaran. “Karena anak saya lumayan banyak,  jadi kalau setiap anak mau masuk SD saya sudah cemas,” tutur ibu dari Shafira Oktanadya, Raisa Sharfina Rahmadani, Rafi Prabowo Trihandoyo dan Riffat Lutfillah Handoyo ini. Karena tidak semua anak punya tingkat kecerdasan yang sama. Jadi, saat TK semua anak ia leskan membaca dan menulis. Hal ini karena di sekolah, anak  kurang bisa fokus belajar.  (pur)

BAGIKAN