Kinerja ekonomi Bali pada triwulan II ini berpotensi meningkat. Ini didorong peningkatan kinerja di hampir semua lapangan usaha utama. Meningkatnya kinerja lapangan usaha diyakini mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi. Kenapa dan lapangan usaha apa saja?

PERKEMBANGAN struktur ekonomi Bali pada triwulan I 2017 masih didominasi 5 komponen lapangan usaha utama yaitu penyedia akomodasi makan dan minuman yang mencapai 23,46 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan 14,34 persen, transportasi dan pergudangan 9,22 persen, konstruksi 8,81 persen dan perdagangan besar dan eceran 8,65 persen.

Bagaimana triwulan II 2017? Memasuki triwulan II 2017, sebagian besar lapangan usaha diperkirakan akan menunjukkan peningkatan khususnya lapangan usaha yang terkait langsung dengan industri pariwisata (akomodasi makan minum dan transportasi) sejalan dengan masuknya periode pariwisata. Di sisi lain, peningkatan kinerja beberapa lapangan usaha pada triwulan II 2017 juga diperkirakan didorong oleh adanya faktor musiman berupa perayaan hari keagamaan yaitu Galungan, Kuningan, Ramadhan dan Idul Fitri. Sejalan dengan hal tersebut, adanya pembayaran gaji ke-13 dan THR atau gaji ke-14 pegawai negeri Sipil (PNS), diperkirakan ikut mendorong peningkatan kinerja beberapa lapangan usaha triwulan II 2017.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Causa Iman Karanan mengakui, peningkatan kinerja beberapa lapangan usaha pada triwulan II 2017, juga terkonfirmasi dari hasil survai kegiatan dunia usaha (SKDU). Berdasarkan hasil survai tersebut, seluruh lapangan usaha, diperkirakan menunjukkan peningkatan kinerja pada triwulan Il 2017, sehingga akan mendorong peningkatan kinerja dunia usaha.

Di lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum misalnya. Kinera lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum pada triwulan laporan, tercatat tumbuh 7,78 persen (yoy), tumbuh lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 6,31 persen (yoy).

“Peningkatan kinerja lapangan usaha ini, didorong oleh tetap tingginya jumlah kunjungan wisman, khususnya asal Tiongkok,” katanya. (dik)

BAGIKAN