Ekonomi Lesu, Picu Kredit Bermasalah

39

Amlapura (Bisnis Bali) – Kondisi perekonomian yang lesu saat ini tidak membuat non performing loan (NPL) koperasi simpan pinjam/unit simpan pinjam (KSP-USP) naik, asalkan anggota berkomitmen mendorong perkembangan koperasi. Pasalnya, anggota yang memiliki KSP-USP, berkewajiban mendorong kemajuan unit usahanya sendiri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Karangasem, Ir. Gde Ngurah Yudiantara, M.M., belum lama ini mengatakan, dalam kondisi perekonomian yang lagi lesu saat ini, bisa memicu kredit bermasalah pada lembaga keuangan mikro (LKM) lainnya. Namun, di KSP-USP sampai saat ini tidak sampai melebihi di atas 5 persen.

”NPL KSP-USP sampai saat ini masih normal atau di bawah 5 persen. Hal ini membuktikan bahwa komitmen anggota cukup tinggi. Berbeda dengan LKM lainnya, di mana perusahaannya dimiliki perorangan, sehingga dalam kondisi ekonomi lesu seperti

sekarang, memicu terjadinya kenaikan NPL. Namun, kami sangat berharap kepada pengelola KSP-USP agar tetap berhati-hati, sehingga tidak akan mendapatkan kendala dalam mengelola koperasi,” kata Ngurah Yudiantara.

Hal senada diakui ‎Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kabupaten Bangli, Drs. I Dewa Gede Suparta, M.M., komitmen anggota sangat teruji. Sampai saat ini NPL KSP dan USP masih normal yakni di bawah 5 persen. Bahkan, sebelumnya NPL KSP ada di level di bawah 2 persen. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri jika ada koperasi yang salah kelola maka kredit macet tidak akan dapat dihindari. (sta)

BAGIKAN