Denpasar Catat Deflasi pada Bulan Ramadan  

33
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Adi Nugroho

Denpasar (Bisnis Bali) – Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat, Kota Denpasar mengalami deflasi 0,01 persen pada Juni lalu. Hal tersebut sekaligus memposisikan ibu kota Provinsi Bali ini memecahkan rekor untuk kali pertama sejak puluhan tahun terakhir terkait pencapaian deflasi, di tengah meningkatnya kebutuhan konsumen selama puasa dan Lebaran lalu.

“Capaian deflasi selama momen puasa dan Lebaran ini merupakan rekor pertama bagi Denpasar, karena sebelumnya belum pernah terjadi. Kondisi itu sekaligus menandakan keberhasilan pemerintah melalui sejumlah kementerian untuk mengawal pemenuhan kebutuhan masyarakat selama momen tersebut,” tutur Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Senin (3/6) kemarin.

Ia menerangkan, Juni 2017 lalu berdasarkan  hasil  pemantauan  harga-harga di  Kota  Denpasar  terjadi deflasi  dengan  indeks  harga  konsumen  (IHK)  mencapai 125,57. Tingkat  inflasi tahun kalender 2,01 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun (YoY) mencapai 4,05 persen. Imbuhnya, deflasi terjadi karena adanya penurunaan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok  bahan  makanan  yang  mengalami  deflasi  1,23  persen yang sekaligus penyumbang satu-satunya pada periode tersebut.

Kelompok  yang mengalami  peningkatan  indeks  tercatat  sebanyak enam  kelompok  pengeluaran, yaitu  kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau serta kelompok sandang masing-masing 0,56 persen, kelompok  kesehatan  0,27  persen,  kelompok  perumahan,  air,  listrik,  gas  dan  bahan  bakar mencapai 0,26 persen. Begitu pula kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga menyumbang 0,13 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,12 persen. (man)

BAGIKAN