Turun, Peternak Nilai Harga Telur Ayam lebih Baik dari Tahun Lalu

22

Tabanan (Bisnis Bali) – Harga telur ayam di sejumlah peternak di Kabupaten Tabanan cenderung mengalami penurunan selama momen puasa dan Lebaran tahun ini. Meski begitu, sejumlah peternak menilai harga salah satu produksi unggas ini masih lebih baik dibandingkan pasaran tahun lalu.

“Tahun ini harga telur ayam melesu. Momen Lebaran tidak banyak berdampak pada menguatnya harga jual dipasaran. Meski begitu, harga saat ini masih cukup bagus dibanding tahun lalu yang turun tajam,” tutur salah seorang peternak ayam petelur di Desa Buruan Tabanan, Darma Susila, Minggu (2/7).

Ia menerangkan, saat ini harga telur ayam yang sebelum momen puasa dan Lebaran lalu berada di level Rp 1.120 per butir ditingkat peternak, kini komoditi tersebut turun menjadi Rp 1.070 per butir. Imbuhnya, harga memang turun, namun kondisi ini masih lebih baik dibandingkan tahun lalu, yakni harga telur ayam saat itu (2016) hanya mencapai Rp 950 per butir di tingkat peternak.

Darma menjelaskan, melonjaknya permintaan pasar saat momen hari raya lalu tidak banyak mampu mendongkrak harga telur ayam, sehingga harganya cenderung turun karena over produksi. Di sisi lain katanya, lebih baiknya kondisi harga telur ayam ini dibanding tahun lalu, karena ditopang dengan peraturan Gubernur (Pergub) Bali yang melarang masuknya telur ayam, ayam afkir, dan ayam potong dari luar (antarpulau).

“Pergub Bali menyangkut perdagangan ungggas ini menyusul aturan serupa yang lebih dahulu di lakukan oleh pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB),” ujarnya. (man)

BAGIKAN