PKB ke-39 Duta Kota Denpasar Tampilkan “ I Lutung Kelana”.

25
Parade Drama Gong Remaja PKB 2017 yang menampilkan Duta Kota Denpasar Sekaa Drama Gong Dharma Duta Laksana Banjar Kepisah Pedungan Denpasar Selatan di Kalangan Ayodya, Art Centre Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Sisi kalangan Ayodya Art Center pada Sabtu (1/7) lalu digelar Parade Drama Gong Remaja yang menampilkan Duta Kota Denpasar Sekaa Drama Gong Dharma Duta Laksana Banjar Kepisah, Pedungan Denpasar Selatan. Pengunjung PKB antusias menyaksikan kesenian yang belakangan pamornya mulai sedikit meredup ini dan kini digairahkan kembali oleh para seniman berusia muda di Kota Denpasar.

Dalam pementasan malam itu, Duta Kota Denpasar Sekaa Dharma Duta Laksana menampilkan garapan “ I Lutung Kelana”. Pementasan Drama Gong Duta Kota Denpasar ini dibuka unjuk aksi kelihaian sekitar dua puluhan orang penabuh yang kemudian dilanjutkan penampilan segar para seniman- seniman muda Kota Denpasar memerankan dengan baik setiap lakon pementasannya.

Koordinator Duta Kota Denpasar, I Made Gede Kariyasa menuturkan, I Lutung Kelana mengisahkan mimpi Raja Sindhu Raja. Dalam mimpi dia diperintahkan oleh Bhatari membangun pelinggih di Tanjung Sari. Tanjung Sari adalah sumber mata air (Toya Klebutan) dijaga I Lutung Kelana. Dibangunlah Pelinggih. Untuk mempersiapkan Yadnya, raja mengundang menantunya dari Kerajaan Merta Pura yaitu Raden Surya Nata. Raden Surya Nata bersama istrinya Diah Pradnyadari memenuhi undangan itu, namun dalam perjalanan terdampar di Kerajaan Karang Wilis. Raja Prami menawarkan tempat beristirahat namun itu siasat untuk mendapatkan Raden Surya Nata. Bersama Patih Agung, Raja Prami mempraktikan ilmu hitam dan Raden Surya Nata menjadi linglung lalu mencampakkan Diah Pradnyadari. Patih Agung lalu menyiksa Diah Pradnyadari dan membuangnya di hutan. Di sana dia dirawat  oleh kera putih. Patih Wreda melihat membawa Diah Pradnyadari dan kera putih ke Sindhu Raja.
Kera putih mengingatkan Raja Sindhu Raja akan mimpinya. Ternyata kera putih itu adalah I Lutung Kelana. Raja memerintahkan I Lutung Kelana membawa tirta panglukatan dari sumber air Tanjung Pura untuk memusnahkan ilmu Raja Prami dan Patih Agung” ujarnya. (sta)

BAGIKAN