Kehadiran Tokoh Dunia, Perkuat Predikat Terbaik Pariwisata Bali

16
Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Drs. I Putu Anom M.Par

Denpasar (Bisnis Bali) – Nama pariwisata Bali semakin menggaung dengan kehadiran tokoh dunia di Bali. Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Drs. I Putu Anom M.Par Sabtu (1/7) mengatakan keberadaan tokoh dunia di Bali memperkuat predikat Bali sebagai destinasi terbaik dunia.

Diungkapkannya, dengan kehadiran tokoh-tokoh dunia di Bali akan meningkatkan daya saing Bali dalam kancah pariwisata dunia. Bali diharapkan terus mendapatkan predikat “Bali the best island tourist destination in the world”.

Ia menjelaskan pariwisata Bali telah dikunjungi tokoh-tokoh dunia antara lain Raja Salman beserta pangeran,mantan presiden Amerika Serikat(AS)Barack Obama bersama keluarga. Perdana Menteri Malaysia juga akan berkunjung khusus berwisata ke Bali. Ini artinya Bali bukan saja menjadi tempat event konvensi internasional yang dihadiri pemimpin-pemimpin politik dunia. Juga acara event Meeting Insentive Conference Exhibition (MICE) dari berbagai organisasi, asosiasi profesi berbagai bidang.

Dipaparkannya, pariwisata Bali termasuk tempat yang diminati untuk acara wedding (pernikahan), honey moon(bulan madu) para selebritis, atlit kelas nasional maupun dunia. Bahkan belakangan banyak wisatawan mancanegara maupun nusantara berkunjung ke Bali menikmati wisata pedesaan, ecotourism, wisata ramah lingkungan, wisata spiritual yang mencirikan pariwisata budaya yang bersumber dari nilai-nilai luhur agama Hindu.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan spiritual di Bali mampu memberikan rasa vibrasi keteduhan lahir-bathin bagi wisatawan yang mengunjungi Bali. Inilah “taksu” Bali yang harus terus dijaga semua pihak baik pemerintah, pengusaha khususnya masyarakat Hindu Bali sebagai pendukung Budaya Bali yang adiluhung.

Menurutnya, siapapun yang menetap di Bali baik berbisnis ,bekerja mencari nafkah,sedang menempuh pendidikan di Bali harus ikut menjaga Bali. Bagai pepatah dimana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.

Penduduk luar yang menetap di Bali jangan hanya menikmati gemerincing dolar di Bali tanpa peduli akan alam dan budaya Bali. Penduduk Hindu Bali sebagai tuan rumah sebagai pendukung budaya Bali harus menikmati kemajuan pariwisata Bali. (kup)

BAGIKAN