Karya ”Atma Wedhana” Desa Adat Bualu Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 1,5 Miliar  

37
ATMA WEDANA – Bupati Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Anggota DPR RI Wayan Koster disaat menghadiri karya atma wedana Desa Adat Bualu, Sabtu (1/7).

Mangupura (Bisnis Bali) – Guna meringankan beban masyarakat Desa Adat Bualu dalam melaksanakan yadnya, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Sabtu (1/7) menyerahkan hibah senilai Rp 1,5 milir kepada Desa Adat Bualu.  Hal tersebut diserahkan secara simbolis serangkaian dengan upacara atma wedana Desa Adat Bualu 2017. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Anggota DPR RI Wayan Koster, Wakil Ketua DPRD Badung, Nyoman Karyana didampingi anggota DPRD Badung dapil Kutsel lainnya, Anggota DPRD Propinsi Bali Wayan Rawan Atmaja, serta Muspika Kecamatan Kutsel dan tokoh masyarakat lainnya.

Penyerahan hibah tersebut ditegaskan Giri Prasta merupakan konsep yang pihaknya lakukan di Badung, dengan tujuan membantu meringankan masyarakat dalam pelaksanaan yadnya. Salah satunya melalui pelaksanaan atiwa-tiwa atma wedhana nyekah massal yang dilaksanakan Desa Adat Bualu. Sebab tidak dipungkirinya selama ini masyarakat adat banyak sekali waktunya disibukkan dengan urusan adat, sementara banyak yadnya yang memerlukan dana. “Semoga upacara ini berjalan antar, sida sidaning don dan labda karya. Kami hadir selaku pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dalam pelaksaan adat dan yadnya, karena itulah apa yang kami serahkan hari ini mudah-mudahan dapat bermanfaat dan dipergunakan dengan baik demi meringankan beban masyarakat,” katanya, didampingi Wabup Suiasa.

Dalam kesempatan tersebut Bupati yang asal leluhurnya berasal dari Bualu ini juga mengungkapkan, sejumlah program yang akan dilaksanakan di Kutsel, demi kepentingan masyarakat Kutsel. Pihaknya mengaku akan totalitas berjuang demi kepentingan masyarakat, sebab ia telah dipercaya oleh masyarakat Kutsel sebagai pemimpin Badung. Terlebih lagi Kutsel adalah lumbung PAD-nya Kabupaten Badung. “Masyarakat Badung harus menjadi raja di tanah kelahirannya sendiri. Saya mohon dukungan masyarakat, agar semua program yang saya kerjakan bisa terlaksana dengan sukses. Ini demi kepentingan masyarakat sendiri, bukan demi Giriasa,” katanya. (r)

BAGIKAN