Garap Pasar AS, Bali Terkendala Akses Penerbangan

22
BERLIBUR - Wisatawan AS merupakan pasar potensial bagi Bali.   (kup)

AMERIKA Serikat (AS) merupakan salah satu pasar terbesar yang harus digarap, baik untuk wisatawan leasure maupun MICE. Hanya saja, dalam penggarapan pasar tersebut, Bali dihadapkan dengan masalah konektivitas penerbangan. Sejauhmana dampaknya? Berikut laporannya.

Di samping pasar leasure, AS memiliki potensi penyumbang wisatawan MICE ke Bali. Hanya saja karena faktor jarak yang jauh, wisatawan AS berharap adanya koneksi penerbangan dari AS ke Bali.

Ketua INCCA Bali, IB Surakusuma mengatakan, akibat jarak yang jauh wisatawan AS yang akan berkunjung ke Indonesia membutuhkan waktu sekitar 12 jam. Hal ini belum termasuk karena tidak adanya direct flight, menyebabkan wisatawan asal AS yang berlibur ke Bali harus menghadapi beberapa kali transit.

Ia menjelaskan, untuk transit wisatawan AS ini harus menunggu waktu 2-3 jam. Wisatawan AS ini bisa berkunjung ke Indonesia bisa menggunakan direct flight dari Singapura, Hongkong, dan Kualalumpur. Kondisi ini menyebabkan wisatawan AS lebih banyak berlibur di Singapura, Hongkong dan Malaysia karena mereka didukung penerbangan langsung.

Dipaparkannya, perbedaan waktu di AS dan di Bali hampir 12 jam. Lamanya waktu penerbangan menyebabkan wisatawan membutuhkan waktu penyesuaian diri ketika berlibur di Bali. Penerbangan ke Indonesia wisatawan AS transit di Jakarta.  Selanjutnya dari Jakarta wisatawan AS terbang ke Bali.  (kup)

BAGIKAN